MotoGP Mandalika, Ketua DPRD Minta Penerbangan ke NTB Dibenahi

MotoGP Mandalika, Ketua DPRD Minta Penerbangan ke NTB Dibenahi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Feb 2019 09:01 WIB
MotoGP Mandalika, Ketua DPRD Minta Penerbangan ke NTB Dibenahi
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
mandalika - DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah untuk membenahi terlebih dulu konektivitas penerbangan memikirkan menjadi tuan rumah MotoGP 2021.

"Kami mendukung Lombok menjadi tuan rumah MotoGP. Tapi kondisi saat ini bagaimana kita menghidupkan konektivitas penerbangan yang masih jauh dari harapan. Itu mestinya yang dibenahi dulu," kata Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaedah di Mataram, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (26/2/2019).

Ia menilai mahalnya harga tiket penerbangan ke Lombok dan penerapan bagasi berbayar berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan ke NTB, khususnya Lombok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal ini tentunya berdampak tidak baik bagi pariwisata NTB ke depan karena kata Isvie, ada ribuan orang yang bergantung pada sektor pariwisata itu.

Oleh karena itu, meskipun pelaksanaan MotoGP masih akan berlangsung pada 2021, ia mengingatkan Pemerintah Provinsi untuk terus mendesak pemerintah pusat agar menurunkan tarif tiket penerbangan tersebut.

"Harus sudah dimulai dari sekarang tidak perlu harus menunggu 2021. Aneh, kita mau MotoGP, pesawat tidak ada, konektivitas penerbangan antarprovinsi ditutup," ucapnya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi tidak terlalu terbuai oleh rencana MotoGP karena saat ini yang paling utama bagaimana mengembalikan pemulihan pariwisata NTB setelah terpuruk dihantam pascagempa bumi, ditambah mahalnya tiket pesawat dan pemberlakuan bagasi berbayar.

Hal senada diutarakan Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan yang meminta Pemerintah Provinsi betul-betul mempersiapkan aksesibilitas konektivitas penerbangan sebelum MotoGP karena MotoGP tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari sektor lain. Salah satunya aksesibilitas udara yang lancar, tidak seperti saat ini tiket penerbangan mahal.

"Ini yang perlu kita benahi dulu. Dipersiapkan jalur penerbangannya, masyarakat juga harus dilibatkan dan sebagainya," terangnya.


Selain konektivitas penerbangan, ujar Johan, yang tidak kalah penting adalah bagaimana membangun sumber daya manusia, khususnya masyarakat di sekitar kawasan KEK Mandalika. Kemudian, terkait pembebasan lahan yang informasinya belum sepenuhnya 'clear' di sekitar kawasan, termasuk kondisi lingkungan yang masih belum bersih serta bagaimana UMKM juga bisa merasakan dampak dari hadirnya pariwisata di tempat itu.

"Ketika kita ingin melihat MotoGP sukses, tidak ada lagi masalah-masalah di sekitarnya, apakah itu aksesibilitas penerbangan, lingkungan yang tidak bersih, UMKM yang tidak terakomodir karena kita tidak ingin MotoGP ini menjadi tidak baik," katanya.


Saksikan juga video 'Sah! Dorna Resmi Umumkan Indonesia Gelar MotoGP dan WSBK':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini