Flu Burung, Warga Diminta Tidak Takut Datangi Kebun Binatang

Flu Burung, Warga Diminta Tidak Takut Datangi Kebun Binatang

- detikNews
Senin, 19 Sep 2005 16:56 WIB
Surabaya - Meski ada belasan unggas yang positif flu burung di Kebun Binatang (KB) Ragunan, namun masyarakat diminta tidak perlu takut untuk tetap berkunjung ke KB. Hingga saat ini, KB masih aman untuk dijadikan tempat rekreasi. Imbauan ini disampaikan Perhimpunan Kebun Binatang se Indonesia (PKBS) yang tengah menggelar Musyawarah Nasional X 18-20 September 2005 di Hotel Tunjungan, Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Senin (19/9/2005). Kegiatan ini diikuti 29 pimpinan Kebun Binatang dan Taman Marga Satwa Se Indonesia, antara lain Taman Safari Cisarua, Taman Safari II Prigen Pasuruan, Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, Ragunan Jakarta, Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Buaya TMII.Munas ini digelar bukan secara khusus untuk membahas isu flu burung yang dikabarkan tengah menjangkiti unggas KB Ragunan. Namun, dalam forum tertinggi perkumpulan ini, mereka berkumpul untuk melakukan konsolidasi organisasi. Meski begitu, isu flu burung yang menghantui ini, mereka bahas juga. Ketua PKBS Duliatmo menyatakan, hingga sekarang pihaknya belum mengetahui pasti secara langsung terkait ditutupnya KB Ragunan selama 21 hari. Namun, dia mengimbau masyarakat untuk tidak takut dan khawatir masuk kebun binatang. "Tidak perlu takut, masih aman. Penutupan Ragunan hanya sebagai tindakan anstisipatif saja," katanya.Dalam sejarah, kata dia, tidak ada manusia yang tertular penyakit flu burung secara langsung dari binatang. "Tapi kita tetap mengimbau kepada seluruh pimpinan untuk intensif melakukan pemeriksaan terhadap satwa-satwanya untuk mendeteksi berbagai kemungkinan," jelas dia. Sementara itu, di tempat yang sama, Kasubdin Konservasi KB Ragunan, Bambang Triana, tidak menyangkal di tempatnya satu bulan lalu ada pemeriksaan dari dinas kesehatan DKI Jakarta. Hasil pemeriksaan itu, beberapa burung diindikasikan terkena flu burung. "Tapi indikatornya seperti apa tidak disampaikan kepada pengelola Ragunan sampai kemudian muncul imbaun ditutup selama 21 hari," jelasnya.Tujuan penutupan sementara itu, kata Bambang, agar pengelola dapat melakukan langkah antisipasi penyebaran virus flu burung melalui darah, peningkatan sanitasi, dan pemusnahan unggas yang kena flu burung. "Dari seluruh unggas yang ada, 10 persen atau 3.600 ekor itu rawan flu burung," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads