Bentrok Petani di NTB, Kapolres Lombok Tengah Didesak Dicopot
Senin, 19 Sep 2005 16:30 WIB
Jakarta -
Bentrokan antara polisi dengan petani di Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berbuntut desakan pencopotan Kapolres Lombok Tengah dan permintaan maaf dari Kapolri Jenderal Pol Sutanto.Permintaan maaf Kapolri dinilai harus disampaikan secara terbuka atas kesewenang-wenangan anak buahnya dalam bentrokan tersebut."FKB DPR mendesak Kapolri agar segera mencopot Kapolres Lombok Tengah yang memimpin operasi represif sehingga mengakibatkan puluhan petani terluka," kata Ketua Kelompok Fraksi Komisi IV DPR RI dari FKB Mufid A Busyairidi Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2005).Kapolri diminta mengusut tuntas dan mengadili oknum kepolisian yang terlibat dalam kasus bentrokan tersebut.Selain itu, FKB juga meminta Pemprov NTB untuk menghentikan pembangunan bandara internasional Tanak Awu sampai dengan diselesaikannya pembebasan tanah milik warga.Bentrokan tersebut terjadi pada Minggu 18 September sekitar pukul 10.00 Wita saat aparat kepolisian menarik secara paksa petani yang menduduki lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) Lombok Baru di Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).Akibatnya, puluhan petani menderita luka-luka terkena tembakan, termasuk dua anggota polisi luka terkena anak panah.
(aan/)










































