Hasil Pemilu Nyaris Berimbang, Situasi Jerman Tak Menentu
Senin, 19 Sep 2005 15:48 WIB
Jakarta - Pemilu Jerman menghasilkan perolehan suara yang ketat antara Kanselir Jerman Gerhard Schroeder dan rival kuatnya, Angela Merkel dari kubu konservatif. Begitu tipisnya perbedaan suara sampai-sampai kedua figur itu mengklaim kemenangan dalam pemilu ini.Partai Sosial Demokrat (SPD) pimpinan Schroeder meraih 222 kursi dari total kursi parlemen sebanyak 613. Sementara partai Uni Demokratik Kristen (CDU) pimpinan Merkel, calon kuat kanselir Jerman, unggul dengan meraih 225 kursi parlemen.Dengan keunggulan tiga kursi ini, Merkel punya peluang untuk membentuk pemerintahan baru dan menjadi kanselir perempuan pertama di negeri Eropa itu. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Senin (19/9/2005).Hasil pemilu yang nyaris berimbang ini akan membawa Jerman ke situasi politik yang tidak menentu selama beberapa minggu mendatang. "Jerman menghadapi saat-saat yang sulit karena formasi pemerintahan baru akan alot," ujar Thomas Straubhaar, kepala institut riset ekonomi HWWA yang berbasis di kota Hamburg.Koran beroplah terbanyak Jerman, Bild bahkan menggambarkan Merkel sebagai "pemenang yang bersedih" dan Schroeder sebagai "pecundang yang tertawa". Kalangan pengamat menilai, hasil paling mungkin dari kondisi ini adalah adanya "koalisi besar" antara CDU dan saudara partainya Uni Sosial Kristen (CSU) serta SPD. Namun Merkel (51) maupun Schroeder (61) tampaknya tidak siap untuk melakukan kompromi dan kerja sama guna berhubungan satu sama lain dalam sebuah aliansi, yang biasanya menempatkan kandidat partai terkuat untuk menjadi kanselir, dalam hal ini Merkel."Kami partai terkuat dan punya tanggung jawab untuk membentuk pemerintahan baru," cetus Merkel, putri seorang pastur. Sementara Schroeder berkata di depan anggota SPD: "Tak akan ada koalisi di bawah kepemimpinan dia (Merkel) dengan Sosial Demokrat saya." Kanselir Jerman itu bahkan bersumpah bahwa kalaupun ada koalisi besar, maka dirinyalah yang akan memimpin koalisi tersebut. Jadi siapa yang akan menjadi kanselir? Kita tunggu saja.
(ita/)










































