Hewan di Kebun Binatang Solo Segera Dilakukan Tes Darah

Hewan di Kebun Binatang Solo Segera Dilakukan Tes Darah

- detikNews
Senin, 19 Sep 2005 15:41 WIB
Solo - Pengelola Taman Satwa Taru (TST)/Kebun Binatang Jurug Solo akan segera melakukan tes darah pada hewan koleksinya terkait menyebarnya virus flu burung. Hingga saat ini, belum ada hewan koleksi TST yang terjangkiti virus mematikan yang telah memakan korban hewan dan manusia itu.Kepala Seksi Pengembangan dan Perlindungan TST Jurug drh Siti Nuraini menyatakan, antisipasi terhadap kemungkinan hewan di Jurug tertular flu burung telah dilakukan sejak mencuatnya wabah penyakit tersebut awal 2003 lalu. Antisipasi yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi dua bulan sekali serta pembersihan dan penyemprotan kandang empat kali dalam sebulan."Beberapa waktu lalu kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pemkot (Solo) untuk berencana mengambil sampel darah hewan dari sini. Saat ini waktu pelaksanaan belum ditentukan," ujar Nuraini kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/9/2005)."Namun setelah ada kasus di Kebun Binatang Ragunan ini, kami akan berkoordinasi lagi untuk mendesak Pemkot agar pengambilan sampel darah dapat dilakukan secepatnya. Hal tersebut perlu segera dilakukan karena kami perlu mendapat kepastian secara medis terkait langkah penanganan terhadap seluruh hewan koleksi yang ada," lanjutnya.Namun Nuraini masih yakin hingga saat ini seluruh koleksi hewan di Jurug dalam kondisi sehat. Dari 433 ekor hewan di kebun binatang itu, 242 ekor merupakan hewan jenis unggas dari 35 jenis. Sejauh ini, menurut dia, tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada kesehatan seluruh hewan terutama jenis unggas di taman tersebut."Tidak ada hewan yang mati mendadak karena penyakit. Kalaupun ada yang mati kebanyakan karena berkelahi dengan hewan lainnya. Konsumsi berupa unggas untuk hewan jenis karnivora sudah lama kami seleksi dan sekarang semakin kami perketat," kata Nuraini.Tidak Pengaruhi PengunjungMerebaknya wabah flu burung tersebut dinilai tidak mempengaruhi tingkat kunjungan. Para petugas tiket mengatakan bahwa para pengunjung tetap mendatangi taman seluas 13,9 hektar di pinggir timur Kota Solo tersebut."Pada hari kerja rata-rata terjual 200 tiket seharga Rp 4.000, sedangkan pada hari Minggu atau hari libur pengunjung bisa mencapai dua ribu orang tiap harinya dengan harga tiket Rp 5.000. Jumlah rata-rata pengunjung itu tidak berbeda dengan rata-rata pengunjung sebelum wabah flu burung terjadi," papar seorang petugas bagian tiket. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads