Tak Takut Kena Flu Burung
Pedagang Ragunan Pulang Kampung
Senin, 19 Sep 2005 14:20 WIB
Jakarta - Banyak orang takut akan tertular flu burung. Tapi ternyata tidak bagi pedagang Kebun Binatang (KB) Ragunan. Mereka tidak takut akan terkena virus mematikan itu. Mereka justru bingung karena tak bisa berjualan lagi. "Karyawan saja nggak takut. Kenapa saya harus takut?" kata Marsih (34) tahun, penjual soto dan bakso KB Ragunan saat ditemui detikcom, Senin (19/9/2005). Sikap yang sama juga ditunjukkan pedagang-pedagang lain. Marjono (32), Isah (30), Ibu Karini (30) dan Sukardi juga menyatakan pendapat senada. Karini, pedagang pecel beralasan dirinya tak perlu takut akan terkena virus flu burung karena belum ada orang di KB Ragunan yang terserang. "Kenapa harus khawatir? Orang belum ada korbannya di dalam sini," kata pedagang yang sudah berjualan di KB Ragunan selama 9 tahun itu. Yang dikhawatirkan para pedagang itu justru pekerjaan mereka. KB Ragunan ditutup selama 21 hari menyusul ditemukannya 19 unggas di taman wisata itu terserang flu burung. Dengan penutupan itu, mau tak mau para pedagang tak bisa lagi berjualan. Para pedagang itu kini bingung untuk mencari pekerjaan lain."Saya terpaksa menutup jualan saya. Tapi saya sudah terlanjur beli bahan. Jadi saya bingung harus gimana," kata Ibu Marsih.Para pedagang itu menyesalkan pengumuman penutupan yang dilakukan secara mendadak. Mereka baru tahu Ragunan ditutup saat akan masuk areal. "Kok baru sekarang ada informasi seperti itu? Kalau tahu seperti itu mending duit belanjaan saya diberi kepada anak saya," kata Ibu Isah.Sebagian dari pedagang memutuskan akan pulang kampung selama Ragunan ditutup. Marsih mengaku akan pulang ke Solo, Jawa Tengah dan kembali menjadi petani. Marjono akan ke Wonogiri, Jawa Tengah kembali mencangkul sawah. "Saya akan bertani juga," kata pria itu.
(iy/)











































