Menteri Kehutanan Sesalkan Penutupan KB Ragunan
Senin, 19 Sep 2005 14:25 WIB
Jakarta - Penutupan Kebon Binatang (KB) Ragunan Jakarta mendapat protes Menteri Kehutanan MS Kaban. Kaban menyesalkan penutupan tersebut dengan alasan di dalam KB Ragunan terdapat satwa langka yang harus dilindungi. Selain alasan adanya binatang langka, penyesalan Kaban juga disebabkan alasan penutupan KB Ragunan hanya berdasar indikasi. Sebab jika sudah resmi sampai ke penutupan yang mengacu ke standar internasional, maka akibatnya akan fatal. "Berdasarkan SOP (standard operational procedure), jika ada kasus flu burung, maka hewan-hewan di sekitarnya harus dimusnahkan. Kita bisa bayangkan, berapa besar kerugian kita kalau semua satwa termasuk yang dilindungi harus dimusnahkan," kata MS Kaban di sela-sela rapat dengan Komisi IV DPR, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2005).Kaban menyarankan, sebaiknya sebelum ada penutupan, dikoordinasikan terlebih dahulu, sehingga masyarakat tidak ikut-ikutan panik. Ia meminta penutupan ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang valid dan signifikan.Selain itu, Kaban juga mengingatkan di masa mendatang penutupan kebon binatang tidak hanya sekadar indikasi saja. Namun harus berdasarkan pada hasil penyelidikan yang valid dan signifikan, sehingga semua pihak tidak cemas. "Yang jelas kita juga jangan terburu-buru untuk menyatakan ada kasus flu burung. Kan masyarakat bisa panik, jika KB Ragunan benar-benar ada kasus flu burung. Saya akan minta semua kebon binatang di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan," katanya.Pemeriksaan ini, lanjut Kaban, sebagai tindakan mencegah kontaminasi flu burung terhadap satwa yang ada termasuk satwa yang dilindungi.
(jon/)











































