Jokowi akan Tambah Pos buat TNI, Sandiaga: Seperti Kembali ke Zaman Orba

Aditya Mardiastuti - detikNews
Minggu, 24 Feb 2019 17:31 WIB
Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Bali - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menambah pos-pos jabatan baru untuk perwira tinggi TNI. Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut usul itu hanya akan membuat bangsa ini kembali ke zaman Orde Baru (Orba).

"Pak Prabowo yang akan komentar, saya pribadi itu seperti kembali lagi dwifungsi ABRI yang di zaman Orde Baru," ujar Sandiaga di Denpasar, Bali, Minggu (24/2/2019).


Sandiaga menyebut dwifungsi ABRI sudah dihapuskan setelah reformasi. Dia pun menyesalkan jika aturan itu kembali diberlakukan.

"Saya sendiri kita merasa sudah sama-sama komit setelah reformasi bahwa tugas tersebut. Dwifungsi ABRI ini merupakan suatu keputusan yang kita ambil di reformasi, jadi sudah final buat saya," ucapnya.

Isu TNI masuk lembaga sipil dan menjadi dwifungsi kembali merebak setelah Presiden Jokowi mengumumkan akan menambah 60 pos jabatan baru untuk pati TNI. Namun isu dwifungsi TNI ini sudah dibantah Wapres Jusuf Kalla (JK).


"Saya kira ndak ada, dwifungsi itu ndak ada," tegas JK saat menghadiri Forum Silaturahmi Gawagis Nusantara di Hotel Wyndham Surabaya, Sabtu (23/2).

"Itu di undang-undang tidak diperkenankan tentu memberikan fasilitasi perwira-perwira untuk jabatan tertentu sangat terpilih sesuai aturan saja," lanjutnya.



Simak Juga 'Sandiaga ke Banyuwangi: Geberan Motor Vs Teriakan':

[Gambas:Video 20detik]

(ams/idn)