Terancam Nganggur, 600 Karyawan Damri Demo DPR
Senin, 19 Sep 2005 13:31 WIB
Jakarta - Demo besar terjadi di depan Gedung DPR. Aksi dilakukan sekitar 600 karyawan Perum Damri. Mereka mendesak DPR dan Menteri Perhubungan merealisasikan pengadaan 1.000 bus baru untuk Perum Damri. Bila pengadaan bus itu belum terealisasi, mereka minta pembatasan usai kendaraan tak diberlakukan. Aksi ratusan karyawan Damri itu dilakukan sejak pukul 10.00 WIB, Senin (19/9/2005). Mereka tiba di DPR dengan naik 15 bus yang dibawa dari berbagai daerah antara lain dari Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.Sekitar pukul 11.30 WIB, sebanyak 30 perwakilan mereka diterima Ketua Komisi V DPR RI Sofyan Mile. Menunggu perwakilan melakukan pertemuan, massa Damri yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perum Damri se-Indonesia di luar tetap melakukan aksi dengan tenang. Massa di luar menggelar orasi dan menggeber spanduk berisi tuntutan. Salah satu spanduk bertuliskan "Tolong Selamatkan 24 Ribu Jiwa Karyawan PT Damri" dan "Tolak Peraturan Pembatas Usia Teknis". Ketua Serikat Pekerja Perum Damri se-Indonesia Yulianto mendesak Komisi V DPR dan Menteri Perhubungan (Menhub) meneruskan program pengadaan 1.000 bus baru melalui skema pengalihan utang (debt swap). "Kita minta DPR dan Menteri Perhubungan menganggarkan subsidi kepada Perum Damri melalui APBN 2006 sebesar Rp 100 miliar," kata Yulianto. Saat ini armada Damri berjumlah 1.698 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 80 persen merupakan bus yang usianya di atas usia teknis yakni di atas 10 tahun. Bahkan ada yang di atas 20 tahun.Komisi V DPR akan menggelar rapat dengan Meneg BUMN dan Menteri Perhubungan, Rabu (21/9/2005) depan untuk membahas nasib karyawan Damri tersebut.Sekitar pukul 13.00 WIB, massa meninggalkan DPR dan bergerak menuju Kantor Departemen Perhubungan (Dephub).
(iy/)











































