Hari Peduli Sampah Nasional, Menteri LHK Bersih-bersih di Pantai Kendal

Rolando - detikNews
Minggu, 24 Feb 2019 14:17 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (24/2/2019). (Rolando/detikcom)
Kendal - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan aksi bersih-bersih sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada hari ini. Aksi bersih-bersih yang dilakukan di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah, itu diikuti 2.000 orang dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri, LSM peduli lingkungan, hingga pelajar.

"Tadi kita sudah ngumpulin (sampah) sejak jam 6 (pagi), tadi ditimbang saya dan Ibu Bupati menyaksikan itu kira-kira hampir 100 kg dalam waktu 2 jam di pantai. Jadi terima kasih walaupun singkat, berarti sampahnya dibersihkan dan pantainya menjadi cantik dan bersih," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (24/2/2019).


Siti mengajak masyarakat untuk peduli menyingkirkan sampah. Menurutnya, dari data Badan Pusat Statistik, angka ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah masih cukup tinggi.

"Kalau dari ketidakpedulian ini salah satu ukurannya masalah sampah, maka di angka indeks itu angka tidak pedulinya 0,72, jadi lebih nggak peduli lagi. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kita harus terus-menerus bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah, para aktivis, dan semua elemen untuk kita terus-menerus membersihkan sampah," ujar Siti.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (Rolando/detikcom)

Lebih lanjut, Siti menyatakan dari penelitian yang dilakukan KLHK menemukan 37 persen sampah plastik berada di pantai. Ia pun berharap adanya langkah kerja bersama masyarakat.

"Kalau di pantai itu kira-kira 37 persen sampah plastik. Artinya apa? Artinya, orang membawa plastik, tadi saya lihat ada tusuk sate, banyak botol-botol, jadi orang piknik itu dibawa plastiknya," kata Siti.

"Dengan cara-cara ini, maka kita melakukan perbaikan-perbaikan dan langkah kerja bersama seluruh masyarakat," sambungnya.


Siti pun menjelaskan bahwa sampah paling banyak diproduksi oleh rumah tangga. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dimulai di rumah masing-masing dengan memilah yang masih digunakan dan diolah kembali.

"Sampah ini paling banyak datang dari rumah tangga. Jadi kalau sekarang baru bisa dikurangi 2-3 persen paling banyak. Jadi artinya oleh kita-kita, termasuk rumah saya juga dan di rumah kita juga, bahwa sampah itu sampah aja. Nah, ini harus semakin kita kurangi, artinya kita pilah dengan baik mana yang bisa digunakan ulang, lalu mana yang bisa jadi produk yang lain kalo diolah," ungkapnya.

Acara bersih pantai ini turut dihadiri oleh jajaran Dirjen KLHK Mirna Anisa selaku Bupati Kendal, Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, dan Kepala Dinas LHK Jawa Tengah Teguh Parioni. Kegiatan bersih-bersih juga dilakukan secara serentak di beberapa kota/kabupaten Jawa Tengah, seperti Kendal, Tegal, Pemalang, Brebes, Jepara, Kebumen, Rembang, dan Batang. (idn/idn)