Clinton Lontarkan Kritik Pedas terhadap Bush
Senin, 19 Sep 2005 12:51 WIB
Jakarta - Mantan Presiden AS Bill Clinton melontarkan kritikan pedas terhadap Presiden berkuasa AS George W Bush. Bush dikecam atas penanganan bencana Katrina, perang Irak dan defisit anggaran AS yang terus membengkak.Clinton mencetuskan bahwa keputusan pemerintahan Bush untuk menyerang Irak dilakukan sebelum pemeriksaan PBB selesai, serta tanpa bukti-bukti adanya senjata pemusnah massal di negara itu."Perang Irak telah mengalihkan perhatian AS dari perang melawan terorisme dan mengurangi dukungan yang seharusnya kita dapatkan," ujar Clinton seperti diberitakan AFP, Senin (19/9/2005).Kritikan yang dilontarkan mantan presiden terhadap presiden berkuasa di AS merupakan hal yang jarang terjadi di negeri adikuasa itu. Pasalnya selama ini presiden-presiden AS menahan diri untuk tidak melancarkan kritikan terhadap pendahulu mereka. Namun ini tidak berlaku bagi Clinton.Menyangkut bencana Katrina, Clinton mengecam kegagalan otoritas untuk mengevakuasi warga New Orleans sebelum serangan topan Katrina pada 29 Agustus lalu. Warga yang memiliki mobil bisa mematuhi perintah evakuasi dengan mudah. Namun banyak warga miskin, penyandang cacat dan kaum lanjut usia tidak bisa meninggalkan kota di negara bagian Louisiana itu."Jika kita benar-benar ingin melakukannya secara benar, kita seharusnya punya banyak bus yang berjejer untuk membawa mereka keluar," kata Clinton sengit. Mengenai anggaran AS, Clinton mengingatkan bahwa defisit federal mungkin akan tak terbendung akibat perang-perang di luar negeri, program pemulihan pasca-Katrina dan pemotongan pajak yang cuma menguntungkan satu persen warga kaya AS."Apa yang perlu dipahami warga AS adalah bahwa setiap hari pada tahun ini, pemerintah kita masuk ke pasar dan meminjam uang dari negara-negara lain untuk membiayai Irak, Afghanistan, Katrina dan potongan pajak kita," seru Clinton."Kita belum pernah melakukan ini sebelumnya. Tidak pernah dalam sejarah republik kita, kita mendanai konflik militer dengan meminjam uang dari pihak lain," kecam suami Senator Hillary Rodham Clinton itu.Menurut Clinton, AS sangat bergantung pada Jepang, Cina, Inggris, Arab Saudi, dan Korea Selatan untuk mendapatkan pinjaman uang setiap hari guna membiayai konflik-klonflik dan bencana Katrina. "Saya pikir ini tidak masuk akal," imbuh Clinton.
(ita/)











































