DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 15:38 WIB

Keluarga Korban Becak Rasilu Cabut Laporan Polisi 2 Hari Pascakecelakaan

Muslimin Abbas - detikNews
Keluarga Korban Becak Rasilu Cabut Laporan Polisi 2 Hari Pascakecelakaan Ilustrasi tukang becak. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Pihak keluarga penumpang yang menjadi korban kecelakaan bersama tukang becak Rasilu di Ambon mengaku sudah mencabut laporan polisi. Pihak keluarga mengklaim laporan polisi tersebut dicabut dua hari pascakecelakaan.

"Artinya mereka ada kooperatiflah dari pihak keluarga. Saya yakin dia (Rasilu) tidak sengaja, tidak sengaja. Bukan 7 hari lagi, dari 2 hari pihak keluarga sudah cabut perkara, minta supaya cabut perkara tetapi pihak kepolisian keberatan," kata pihak keluarga korban, Tomang saat ditemui di kediamannya di kawasan Silale, Ambon, Sabtu (23/2/2019).

Anggota keluarga korban lain, Yanti menceritakan, pascakecelakaan keluarga Rasilu memang sering bertandang ke rumah korban. Namun belum dilayani karena pihak keluarga masih dalam suasana duka.

"Dalam proses itu (duka) 7 hari memang pihak keluarga Rasilu datang ke rumah tapi kita bilang belum layani karena masih berduka, masih urus hari orang meninggal dulu. Tapi dalam proses 7 hari pihak keluarga Rasilu datang bawa gula dan kopi buat hari," jelas Yanti.




Novi yang berada satu becak dengan korban mengatakan becak tidak ditabrak oleh mobil, namun terjatuh lantaran saat itu hujan. Menurut Novi, mereka sempat menyarankan untuk jalan pintas agar tiba lebih cepat di rumah sakit namun nahas kecelakaan terjadi.

"Iya satu becak, naik becak bagaimana posisinya waktu itu hujan jalan licin mungkin dan turun-turun karena sudah lewat lorong kita suruh (tukang becak) untuk masuk lorong (jalan pintas) jatuh, masalah rem blong, tidak tahu kan di dalam. Jatuh. Tidak ditabrak kalau logikanya kalau ditabrak pasti mobil stop maksudnya lihat mobilnya lecet atau tidak, tidak tabrak mungkin dia (Rasilu) kaget," kata Novi.

Novi juga mengakui saat itu menemani Maryam ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan lantaran sakit napas pendek. Maryam dikatakan Novi meninggal dunia di rumah sakit.

"Meninggal di rumah sakit, memang sudah sakit napas pendek, kayak hosa begitu mau pergi periksa di RST lah kejadian. Namanya orang sakit sudah sakit itu jatuh tambah sakit lagi iya kan, orang napas hosa begitu, baru ada hosa begitu orang tambah syok. Kita semua sudah memaafkan dan tidak niat mau menyusahkan Rasilu," tuturnya.




Diberitakan sebelumnya, tukang becak Rasilu divonis 18 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah menghilangkan nyawa penumpangnya. Sebagaimana dikutip dari website PN Ambon, Jumat (22/2/2019), kasus Rasilu berawal saat ia membawa penumpang, Maryam Latanda pada 23 September 2018.

Saat melintas di Jalan Umum Sultan Babullah, Sirimau, Ambon atau tepatnya di depan Masjid Raya Alfatah, Ambon, sebuah mobil melaju kencang. Rasilu berusaha menghindari mobil yang melaju kencang itu, namun becak yang dibawa terguling.

Rasilu kemudian membawa Maryam ke rumah sakit dan menanggung seluruh biaya berobat. Namun, Tuhan berkata lain sehingga nyawa penumpangnya tak tertolong.
(zak/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed