DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 12:43 WIB

Agar Sesuai Syariat, Pabrik Jamu Sido Muncul Gunakan Alat Deteksi DNA

Robi Setiawan - detikNews
Agar Sesuai Syariat, Pabrik Jamu Sido Muncul Gunakan Alat Deteksi DNA Foto: Sido Muncul
Jakarta - Walaupun jamu terkenal sebagai minuman tradisional, pengolahan jamu di era digital seperti saat ini sudahlah modern. Salah satu produsen jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) bahkan sudah menggunakan alat bernama Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam uji laboratoriumnya. Apa itu PCR?

Dilansir dari Yourgenome.org pada Sabtu (23/2/2019), PCR adalah alat umum yang biasa digunakan dalam laboratorium penelitian medis dan biologi. Alat ini biasa digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan gen untuk identifikasi patogen dari sedikit sampel DNA tertentu yang diujikan.

PCR bisa digunakan untuk mendeteksi berbagai kandungan DNA tergantung sampelnya, misalnya DNA babi, tikus, kucing, dan sebagainya. Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan PCR yang digunakan dalam laboratorium pengujian di pabrik Sido Muncul khusus digunakan untuk mendeteksi adanya kandungan DNA babi.

"Di sini (pabrik Sido Muncul) khusus kami ceknya (DNA) babi," ujar Irwan dalam keterangannya, Sabtu (23/2/2019).


Irwan menjelaskan mesin PCR ini baru dimiliki Sido Muncul sejak sekitar enam bulan yang lalu. Sejak saat itu pula menurutnya pengujian menggunakan mesin PCR telah dilakukan Sido Muncul untuk semua produk-produknya.

"Ini semua produk-produk Sido Muncul ini Kuku Bimo, Susu Jahe, kopi, Tolak Linu, Tolak Angin semua dites. Batch (tahapan) terakhir lho. Yang lama kami tesnya (kandungan) logam berat, pupuk, alfatoxin, pestisida, itu sudah kami lakuka bertahun-tahun," sambungnya.

Sido Muncul, lanjutnya, melakukan uji DNA tidak hanya ketika produknya sudah jadi, melainkan pengujian juga dilakukan kepada bahan-bahan baku pembuatan jamu, sesaat setelah diterima dari supplier.

"Kalau dia (bahan baku) sudah mengandung (DNA babi), sampel masuk ke kami ada kandungannya daging babi, kami tolak. Jadi nggak bisa (diterima)," ujarnya.


Irwan menyebut pengujian tes kandungan DNA babi dengan menggunakan mesin PCR dilakukan karena ia tidak mau konsumennya yang mayoritas muslim, menerima dan mengonsumsi produk Sido Muncul dengan kandungan babi di dalamnya.

"Saya ingin supaya konsumen saya yang 95 persen adalah muslim itu tidak melanggar syariat agama. Jadi kami tes terakhir adalah tes DNA untuk memastikan di dalamnya tidak ada yang haram," katanya.

Agar Sesuai Syariat, Pabrik Jamu Sido Muncul Gunakan Alat Deteksi DNAAlat bernama Polymerase Chain Reaction atau PCR (Foto: Sido Muncul)

(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed