DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 12:00 WIB

Sambil Belajar Tatah Kayu di Gianyar, Sandiaga Dorong OK OCE

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sambil Belajar Tatah Kayu di Gianyar, Sandiaga Dorong OK OCE Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Giayar - Cawapres Sandiaga Uno bertemu para perajin di Desa Sumitra, Gianyar, Bali. Sandiaga juga sempat belajar menatah sambil mengenalkan jargon 'glokal'.

Sandiaga berbincang dengan para perajin di Desa Sumitra sambil melihat ukiran-ukiran khas Bali. Di hadapan Sandiaga, para perajin mengeluhkan sulitnya memasarkan produk mereka. Apalagi saat ini banyak anak muda yang tidak mau meneruskan profesi menjadi perajin.

"Saat ini nggak ada anak yang sekarang mau jadi petani. Komitmen Bapak menyejahterakan masyarakat bawah semuanya itu kalau regenerasi nggak ada bagaimana, kalau bisa dipupuk ke depan biar bagus," ujar Ketut Sumitra di Desa Sumitra, Gianyar, Bali, Sabtu (23/2/2019).


Selain itu, perajin lain mengeluhkan soal bantuan pemasaran hingga permodalan. Mendengar itu, Sandiaga memastikan akan membantu memberikan akses.

"Kami baru saja berdiskusi dan menampung aspirasi, bagaimana pemasaran ke depan bisa lebih didekatkan dan juga menjaga bahan baku pasokannya yang stabil dan permodalannya sangat cocok dengan program kami OK OCE bisa kami langsung terapkan di Desa Sumitra ini sehingga produk di sini mendapatkan pemasaran yang lebih terintegrasi melalui teknologi digital, melalui online dan juga kita berikan pendampingan untuk jejaring pemasok bahan baku dan juga harapan kami ada akses pemodalan yang lebih bervariasi untuk para perajin di sini," ucap Sandiaga.

"Setiap usaha permodalan, butuh modal, kami juga pastikan akses untuk permodalannya bisa dihadirkan di sini. Pemasok kayu tadi disampaikan malah dari luar Bali, dari Papua sampai Jatim ini bagaimana interkoneksinya lebih baik, nanti kami dorong bagaimana cara kami memuaskan pasar dalam negeri tapi luar negeri," sambungnya.

Sandiaga juga sempat diminta mencoba menatah dan mengukir kayu. Sandiaga terlihat kesulitan mengayunkan palu untuk memukul alat tatah mengikuti motif yang sudah tercetak.


Sandiaga juga mengakui sulit mengukir kayu, dia pun berharap tradisi ukir ini tidak punah dan diteruskan generasi muda. Tak lupa, dia juga menyampaikan program Prabowo-Sandi bakal berpihak ke UMKM.

"Harapan kami menjaga kelestariannya secara turun temurun. Tadi dikeluhkan bahwa generasi mudanya banyak yang sudah tidak menekuni lagi budaya kami untuk seni ukir. Harapan kita Prabowo Sandi fokus untuk pengembangan UMKM untuk menciptakan lapangan kerja, ini prioritas kami," tuturnya.

Sandiaga juga mengenalkan jargon barunya untuk program UMKM, yaitu 'glokal'. Dia juga mendorong program OK OCE untuk diaplikasikan ke sejumlah daerah.

"Kenapa konsep One Kabupaten/Kota for One Center One Entrepreneurship karena kekhususannya itu. Jadi tidak ada daerah yang tidak memiliki keunggulan dan potensi, saya melihat keunggulan dan potensi misalnya di desa ini ya tentang industri ukiran ini, ini yang harus kita kembangkan. Pendekatanya adalah tadi 'glokal', wawasannya global tapi kearifannya lokal. Dengan begitu, permintaannya akan meningkat otomatis," cetusnya.
(ams/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed