DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 09:02 WIB

Divonis 18 Bulan, Tukang Becak Rasilu Dikenal Baik dan Rajin Bekerja

Muslimin Abbas - detikNews
Divonis 18 Bulan, Tukang Becak Rasilu Dikenal Baik dan Rajin Bekerja ilustrasi Foto: Pradita Utama
Ambon - Vonis 18 bulan terhadap Rasilu alias La Cilu sontak membuat teman-temannya di pangkalan tukang becak kaget. Rasilu dikenal rajin bekerja menarik becak demi membiayai sekolah anak-anaknya.

"Cilu memang pendiam. Kalau ada di pangkalan becak sini jarang bercanda. Kadang mangkal di sini, kadang di Batu merah sana. Dia rajin karja karena anaknya sekolah. Dia punya anak itu ada lima dan istrinya ada di kampung (Bau-Bau. Sulewasi Tenggara)," kata teman Rasilu, Karim, di pangkalan becak di depan lorang Silale, Sabtu (23/2/2019).



Karim menambahkan sekitar dua bulan lalu istri Rasilu melahirkan anak kelima. Rasilu mengadu nasib di Kota Ambon dan menyewa kamar kos bersama teman-temannya. "Dia kos sama temannya dan sekitar dua bulan dia punya istri melahirkan anak kelima," kata Karim.

Menurut Karim, kecelakaan yang menimpa Rasilu terjadi sekitar pukul 20.00 WIT. Saat itu, Rasilu mengantar penumpangnya yang sedang sakit dari Silale menuju Rumah Sakit Tentara (RST) dalam keadaan hujan. Lantaran ingin sempat tiba di Rumah Sakit, Rasliu mengambil jalan pintas masuk lorong jalan baru.

"Dia antar penumpang dari sini (pangkalan becak silale) ke RST, memang dia antar penumpang sedang sakit makanya dia mau jalan potong (pintas) masuk lorang jalan baru untuk cepat samapai dan kecelakaan di depan lorong situ," ungkap dia.

Sebagaimana dikutip dari website PN Ambon, pada Jumat 22 Februari 2019, kasus bermula saat Rasilu membawa penumpang, Maryam Latanda pada 23 September 2018. Saat melintas di Jalan Umum Sultan Babullah, Sirimau, Ambon atau tepatnya di depan Masjid Raya Alfatah, Ambon, sebuah mobil melaju kencang. Rasilu berusaha menghindari mobil yang melaju kencang itu.

Becak merah yang dibawa Rasilu terguling. Mobil tancap gas kabur. Rasilu tersungkur, begitu juga penumpangnya. Rasilu lalu duduk di kursi pesakitan dan akhirnya dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan.

"Menyatakan Terdakwa Rasilu tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena kesalahannya (kealpaanya) menyebabkan orang lain mati. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," kata majelis saat membacakan putusan pada 20 Februari 2019.
(aan/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed