Pantauan detikcom di gang Nangka RT 1 RW 7, Jumat (22/2/2019), kawanan ulat tampak di tembok-temobk rumah warga, pinggir jalan, hingga selokan.
"Nggak (berkurang), masih banyak aja ini masih saya pintes-pintes," kata seorang warga, Akhirudin (58) yang mencoba mematikan ulat-ulat dengan sendok semen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhiruddin mengatakan penyemprotan kemarin di lakukan di rumah-rumah warga. Penyemprotan belum menyasar lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah yang diperkirakan sumber utama munculnya ulat. Lahan kosong itu ada di sebelah rumah Akhiruddin.
"(penyemprotan) Rumah warga aja. Katanya sih mau dicoba dulu, mati nggak. Tapi enggak, ini buktinya tuh masih banyak," ujarnya.
![]() |
Ada sekitar 7 rumah yang diserang ulat itu. Dia berharap penyemprotan itu dilanjutkan hingga ulat hilang. Sebab, warga takut ulat itu masuk ke rumah.
"Kalau bisa ditangani cepet tanggep sih enak ya, kitanya juga tenang. Nah kalau begini kita tinggal di sini kan gelisah. Gelisahnya apa? Kalau kita lagi tidur, kalau tidurkan nggak sadar tahu-tahu masuk ke kuping ke hidung itu yang saya khawatirin. Saya sih pengennya ditangani sampai tuntas secepatnya. Karena sebab musababnya ada, kan nggak mungkin ada binatang nggak ada sebabnya. Pasti ada sebabnya, tadinya nggak ada," tuturnya. (idh/fdn)