DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 22:11 WIB

Ini Strategi Wali Kota Rahmat Effendi Urai Macet Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Ini Strategi Wali Kota Rahmat Effendi Urai Macet Bekasi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui kemacetan di kotanya. Pria yang akrab disapa Bang Pepen ini menyebut bahwa kemacetan mencerminkan pertumbuhan ekonomi di kotanya.

Meski demikian, Bang Pepen tetap menyiapkan strategi untuk mengurai kemacetan di Kota Bekasi. Salah satunya menambah infrastruktur jalan.

"Kita sedang membangun jalan-jalan baru, kayak flyover Rawa Panjang, flyover Bojong Menteng, jalan tembus Pekayon-Jatiasih, jalan tembus Pangeran Jayakarta ke Kranji, terus nanti dari Ganda Agung ke DPRD (Jalan Chairil Anwar). Itu adalah bentuk dalam rangka pemecahan kemacetan, terus dari (tol) lingkar utara ke Harapan Indah, lewat Kaliabang Tengah, itu dua arah," ujar Rahmat Effendi di Islamic Centre, Marga Jaya, Kota Bekasi, Kamis (21/2/2019).

Pepen mengatakan salah satu faktor kemacetan di Kota Bekasi adalah volume kendaraan yang terus meningkat. Pertumbuhan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan yang ada.

"Kalau kita jejer banyaknya kendaraan di Kota Bekasi, diukur dengan panjang jalan itu, kendaraannya 3 kali lipat dari panjang jalan yang ada," ujar Pepen.


Pepen kemudian menyebut titik-titik kemacetan di Bekasi. Mayoritas kemacetan terdapat di kawasan sentra ekonomi.

"Di sentra ekonomi (kemacetan), di pusat kota (seperti) di Jalan Raya Hankam, Jalan Raya Kalimalang KH Noer Ali. Terus di (Jalan) Perjuangan, Jalan Juanda, pasti di titik-titik yang ada sentra ekonomi. Di Singapura aja yang (sentra) ekonomi di titiknya pasti macet," ujar Pepen.

Selain pusat ekonomi, keberadaan angkot menyumbang kemacetan. Pepen mengatakan akan mengevaluasi keberadaan angkot yang sudah tidak layak jalan.

"Nanti kita akan lakukan revitalisasi, makanya kita mulai dengan Trans Patriot. Itu adalah titik bagaimana kita akan mengevaluasi keberadaan angkot-angkot yang sekarang udah nggak layak," ujar Pepen.

Kemacetan di Kota Bekasi ini sempat disinggung oleh Wali Kota Cilegon Edi Ariadi.

"Kita kan minta flyover, itu kewenangan pusat atau provinsi. Jangan kayak Bekasi kan kasihan macet. Jalan kelurahan itu Cilegon-lah, tapi yang gede-gede ini," kata Edi saat ditanya wartawan soal cara kerja sama dengan Pemprov Banten di Serang, Rabu (20/2/2019).


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed