DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 20:40 WIB

8 Fakta Rizal Ramli yang Sebut Debat Capres Bagaikan Pacar Tertukar

Tim detikcom - detikNews
8 Fakta Rizal Ramli yang Sebut Debat Capres Bagaikan Pacar Tertukar 8 Fakta Rizal Ramli yang Sebut Debat Capres Bagaikan Pacar Tertukar (Foto: Istimewa)
Jakarta - Rizal Ramli menyebut debat capres bagaikan pacar yang tertukar. Ada beberapa fakta tentang Rizal Ramli.

Rizal Ramli lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 10 Desember 1954.

1. Mantan Menteri dan Kepala Bulog

Rizal merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Dia menggantikan Indroyono Soesilo sejak 12 Agustus 2015. Dia pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dia juga pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog).

Dia ditunjuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid menjadi Kepala Bulog pada 2000. Rizal hanya memimpin Bulog selama 15 bulan.

2. Anggota Tim Panel Penasihat Ekonomi PBB

Kiprah Rizal di dunia internasional adalah dipercaya sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tim panel itu bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lain.

Namun, karena ingin berfokus mengabdi kepada negara dan bangsa Indonesia, Rizal pernah menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific (ESCAP) yang ditawarkan PBB pada November 2013.

3. Rajawali Ngepret

Rizal Ramli diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk bertugas mengurus bidang kemaritiman dan sumber daya. Namun, meski sudah berada dalam pemerintahan, sikap kritis Rizal tidak berubah.

Dia sering melontarkan kritik terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara. Karena hal ini, dia mendapat julukan 'Rajawali Ngepret'.

4. Dipenjara

Pada 1978, ia pernah dipenjara oleh rezim Orde Baru. Hal ini disebabkan oleh kritik-kritik Rizal Ramli terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Soeharto.

5. Gelar Doktor dari Boston

Rizal sempat mengenyam pendidikan di ITB. Namun dia mendapatkan gelar doktor ekonomi dari Universitas Boston pada 1990.

6. Komisaris Utama BUMN

Rizal Ramli juga pernah beberapa kali dipercaya sebagai komisaris utama pada BUMN, di antaranya di PT Semen Gresik dan BNI. Sewaktu menjabat komisaris utama di BUMN tersebut, Rizal tetap melancarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggapnya tidak benar, baik pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun pemerintahan Presiden Jokowi.

7. Kontroversi

Tidak lama setelah diangkat sebagai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengeluarkan pernyataan yang mengundang kontroversi di kalangan pemerintahan dan masyarakat umum. Ia mengusulkan pembatalan rencana pembelian pesawat baru oleh Kementerian BUMN untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Menurut Rizal, pembelian pesawat baru tersebut adalah kebijakan yang tidak tepat dan memboroskan uang negara. Beberapa hari kemudian, Rizal juga mengkritik proyek pembangunan listrik 35 ribu megawatt yang dianggap tidak realistis dan mengatakan bahwa rencana itu adalah proyek ambisius Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang tertunda. Kritik tersebut segera mengundang reaksi keras dari Jusuf Kalla dan beberapa pejabat negara lain. Kontroversi ini sempat membuat kegaduhan dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK.


8. Debat Capres Bagai Pacar Tertukar

Terbaru, Rizal Ramli menyebut kalau debat capres kemarin bagaikan pribadi yang tertukar. Menurutnya, tidak seperti dugaan bahwa Prabowo emosional, Jokowi lebih tenang. Namun ternyata tertukar. Rizal mengatakan itu dalam 'Indonesia Lawyers Club'.
(nwy/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed