Presiden SBY Tiba di Jakarta
Senin, 19 Sep 2005 05:07 WIB
Jakarta - Senin (19/9/2005) tepat pukul 04.32 WIB dini hari, rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kedatangan Presiden langsung disambut Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Polhukkam Widodo AS. Rombongan Presiden berangkat dari Bandara John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (17/9/2005) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Pesawat kepresidenan Airbus 330-300 yang dinaiki Presiden dan rombongan transit di London selama satu jam. Pesawat yang mengangkut 98 orang ini kemudian singgah di Dubai, Uni Emirat Arab, selama dua jam sebelum meneruskan perjalanan ke Jakarta. Perjalanan sekitar 26 jam ini ternyata tidak membuat Presiden merasa kelelahan. Sebab, pada hari ini pula, sekitar pukul 09.00 WIB Presiden akan langsung berkantor di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Seperti diberitakan, pada Jumat 16 September lalu, Presiden berpidato di podium markas besar PBB, New York, mengatasnamakan 220 juta rakyat Indonesia yang telah memilihnya secara langsung melalui Pemilu Presiden yang pertama kalinya di Indonesia. Dalam Sidang Umum Majelis Umum PBB ke-60, Presiden juga berpidato atas nama 4,6 miliar rakyat Asia-Afrika yang telah mengadakan pertemuan di Bandung. Bertemu ClintonSebelum bertolak ke Indonesia, Presiden sempat mengadakan pertemuan dengan mantan presiden Bill Clinton. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Hotel Sheraton.Dari New York, wartawan detikcom Budiono Darsono melaporkan, pertemuan itu Clinton berjanji akan mengingatkan kembali kepada negara-negara donor untuk segera meralisasikan komitmen membangun Aceh pascabencana tsunami. Seperti diberitakan, Clinton sudah dua kali mengunjungi Aceh pascabencana tsunami. Kunjungan pertama mantan Presiden AS dari Partai Demokrat itu pada Minggu 20 Februari 2005 dan kunjungan kedua pada Senin 30 Mei 2005. "Bill Clinton secara pribadi akan meminta para kepala negara lain untuk mencairkan dana bantuan bagi Aceh," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai pertemuan dengan Clinton.
(ism/)











































