Puluhan Petani Luka Akibat Bentrok dengan Polisi
Minggu, 18 Sep 2005 16:25 WIB
Jakarta - Penarikan secara paksa petani yang menduduki areal tanah yang bakal menjadi lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) Lombok Baru di Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berakhir bentrok, puluhan petani menderita luka-luka terkena tembakan termasuk dua anggota polisi luka terkena anak panah.Bentrokan tersebut terjadi Minggu (18/9/2005) sekitar pukul 10.00 Wita saat aparat kepolisian menarik secara paksa petani yang menduduki lokasi tanah yang sudah dibebaskan untuk pembangunan bandara tersebut. Hingga kini situasi di lokasi tanah bandara itu masih tegang.Salah seorang aktivis LSM Serikat Tani (Serta) NTB, Herman yang ikut aksi damai di depan Mapolda NTB menyatakan sedikitnya 27 petani luka-luka akibat bentrokan dengan aparat kepolisian tersebut.Penarikan secara paksa itu dilakukan menyusul dicabutnya izin Kapolri untuk pertemuan perkumpulan petani internasional yang berlangsung di lokasi tanah bandara. Para petani tersebut merasa sudah mendapat izin dari Kapolri untuk melakukan pertemuan di lokasi tersebut.Sementara 11 anggota Perkumpulan Petani Internasional bersama puluhan petani lainnya asal Penujak Lombok Tengah yang tergabung dalam Serikat Tani (Serta) kini menggelar aksi damai di depan Mapolda NTB. Mereka menuntut agar aparat kepolisian di lokasi tanah bandara itu segera ditarik.Akibat bentrokan fisik tersebut sedikitnya delapan petani ditahan untuk diperiksa lebih lanjut.
(san/)











































