DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 14:16 WIB

BNPB Kirim 2 Helikopter Atasi Karhutla di Riau

Eva Safitri - detikNews
BNPB Kirim 2 Helikopter Atasi Karhutla di Riau Kepala BNPB Letjen Doni Monardo (Eva/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengirimkan 2 helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke Pekanbaru, Riau. Meski masih dalam proses perizinan, ia berharap dalam waktu dekat helikopter itu bisa aktif untuk membantu memadamkan api.

"BNPB sejak pernyataan darurat dari Gubenur Pekanbaru sudah mengirimkan 2 helikopter dan dalam proses perizinan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa aktif untuk membantu memadamkan," ujar Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (21/2/2019).

Dari data yang didapatkannya, Doni menyebut 99 persen penyebab kebakaran adalah perbuatan manusia. Saat ini yang terpenting, jelasnya, bagaimana menyadarkan masyarakat untuk mengurangi kebiasaan membakar sembarangan.



"Kalau dari penyampaian sejumlah pakar dan para pimpinan di daerah itu 99 persen kebakaran terjadi karena perbuatan manusia. Oleh karenanya, kita harus mencari jalan keluar terbaik, bagaimana masyarakat yang selama ini punya kebiasaan membakar agar mereka sadar," ucapnya.

Doni mengatakan karhutla mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Bahkan disebutnya melebihi kerugian akibat bencana tsunami di Aceh.

"Dari data yang diperoleh tahun 2015, kerugian karhutla itu mencapai USD 16,1 miliar. Setara dengan Rp 221 triliun. Kita bandingkan dengan data yang dikeluarkan oleh KLHK kerugian ekonomi karena tsunami di Aceh itu mencapai USD 7 miliar. Artinya, kebakaran hutan lahan gambut ini luar biasa besarnya," katanya.

Doni menegaskan agar seluruh stakeholder terkait, baik pemerintah maupun pelaku usaha, membimbing masyarakat agar meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut. Dengan begitu, menurutnya, pada 2019 karhutla semakin bisa dicegah.



"Kita juga mengajak para pelaku usaha untuk ikut membimbing masyarakat sekitarnya agar mereka meninggalkan kebiasaan. Mungkin dengan tradisi, tapi perlu pendekatan yang menyeluruh melibatkan semua pakar dan tokoh yang ada di daerah termasuk para ulama, budayawan, kemudian tokoh adat dan pemuka masyarakat, karena kalau dibiarkan terus berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memadamkan api, belum lagi masalah kesehatan," ucapnya.

Diketahui, dari awal Januari hingga 18 Februari lalu, tercatat 843 hektare lahan terbakar di Provinsi Riau. Lokasi kebakaran tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 117 hektare, Kabupaten Dumai 43,5 hektare, Kabupaten Bengkalis 627 hektare, Kabupaten Meranti 20,2 hektare, Kabupaten Siak 5 hektare, Kabupaten Kampar 14 hektare, dan Kota Pekanbaru 16 hektare.
(eva/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed