Pemerintah Didesak Segera Sesuaikan Harga Minyak
Minggu, 18 Sep 2005 12:45 WIB
Jakarta - Desakan kepada pemerintah untuk mengantisipasi krisis BBM terus mengalir. Terbaru, Masyarakat Energi dan Mineral Indonesia (MENI) meminta agar pemerintah mencabut patokan harga minyak dalam APBN untuk menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang mencapai US$ 64 - 70 per barel.Usulan ini disampaikan Direktur Eksekutif MENI, A Supriyatna dalam jumpa pers yang diadakan di sebuah rumah makan di Jl KH Abdulah Syafei, Tebet, Jakarta, Minggu (18/9/2005)."Cabut saja patokan harga minyak APBN dan sesuaikan harga ke pasar. Tetapi pemerintah harus mengelola bantuan kompensasi BBM kepada rakyat miskin secara baik," ujar Supriyatna.Lebih lanjut, Supriyatna mengatakan, Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan yang mengelola minyak di Indonesia sedang mengalami dilema. Pertama permasalahan cashflow, perbedaan harga, dan kuota.Menurut Supriyatna, pemerintah selama ini dinilai telah memberikan peluang yang besar terhadap upaya-upaya dalam menyelewengkan harga minyak. "Banyak yang memanfaatkan harga tersebut untuk kepentingan-kepentingan pribadi, sehingga alokasi BBM untuk rakyat menjadi berkurang karena disedot industri, inilah yang menyebabkan kelangkaan terjadi," ujarnya.Di sisi lain, MENI juga meminta kompensasi BBM berupa subsidi langsung kepada rakyat miskin harus tepat sasaran.
(ary/)











































