DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 07:49 WIB

Malam Durjana Timpa Bidan Desa Dirampok dan Diperkosa

Raja Adil Siregar - detikNews
Malam Durjana Timpa Bidan Desa Dirampok dan Diperkosa Ilustrasi (edi/detikcom)
Palembang - Bidan desa berinisial YL (24) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan mengalami nasib tragis. Dia dirampok dan diperkosa di rumah dinasnya saat listrik padam.

Peristiwa perampokan dan pemerkosaan ini terjadi pada Selasa, 19 Februari 2019, pukul 01.00 WIB. Perampok yang belum diketahui jumlahnya itu masuk ke kamar bidan dengan mencongkel jendela yang tidak memiliki terali.

Kasubdit Yanmeddokpol Dr Yunita Mars membeberkan peristiwa yang dialami korban. Saat itu korban sedang tertidur lelap bersama anaknya yang berusia 11 bulan di rumah dinas Desa Pelabuhan Dalam, Pamulutan.

"Dari keterangan korban sih sempat ada komunikasi antara korban sama pelaku. Tapi komunikasi itu singkat," kata Yunita ketika ditemui di RS Bhayangkara Polda Sumsel kemarin.

"Diam! kamu jangan menjerit, kalau kamu menjerit, anakmu akan saya bunuh," kata Yunita menirukan kalimat ancaman yang disampaikan pelaku kepada korban malam itu.

Tidak hanya melakukan pengancaman, korban diketahui sempat dipukul pakai tangan dan dibekap bantal. Selain itu, korban mengaku diikat lehernya dengan selimut sebelum akhirnya diperkosa.

Setelah puas melakukan aksinya, para pelaku kemudian mengambil uang Rp 500 ribu dan satu unit Hp. Selanjutnya mereka meninggalkan korban di dalam kamar dalam kondisi gelap gulita.

"Korban datang tengah malam, langsung bilang kalau dia dirampok dan diperkosa. Setelah ngomong dia langsung pingsan," ujar tetangga korban, Zainal saat diminta konfirmasi terpisah.

Zainal mengatakan bidan tersebut dalam kondisi lemas dan muka memar. Bahkan dia pun menangis terisak-isak keluar dari kantor sekaligus rumah dinasnya.

"Saat datang pakaiannya utuh, tidak ada yang robek karena korban ini langsung pingsan, saya panggil kepala desa di sini dan minta tolong sama warga," sambung Zainal.

Kasus itu kini sudah ditangani Subdit III Jatanras Polda Sumsel dan Polres Ogan Ilir. Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain pun mengutuk keras perbuatan para pelaku.

"Saya sudah kirimkan personel Jatanras dan Puslatfor untuk olah TKP ulang. Ini perbuatan kejam dan sangat keji. Kalau kata korban, dia nggak melihat berapa pelaku, tapi diduga lebih dari satu orang," kata Zulkarnain kemarin.
(ras/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed