DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 12:59 WIB

WN Inggris Penampar Petugas Imigrasi Bali Kini 'Serang' Pemerintah RI

Aditya Mardiastuti - detikNews
WN Inggris Penampar Petugas Imigrasi Bali Kini Serang Pemerintah RI Foto: WN Inggris penampar staf Imigrasi (dita/detikcom)
Denpasar - Warga Negara (WN) Inggris Auj-e Taqaddas divonis 6 bulan penjara karena menampar staf imigrasi Bali. Ternyata ia kembali membuat ulah dengan mencuit yang berisi 'serangan' ke pemerintah RI.

Taqaddas mengunggah foto di media sosial soal lebam di tangan dan kakinya.

"Lihat kerja kotor jaksa," tulisnya di caption foto tersebut sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (20/2/2019).


Foto itu dia unggah ke akun Twitternya, @aujtaqaddas1, Senin (11/2) lalu. Ada tiga foto yang dia unggah menunjukkan lebam di bagian lengan dan juga kakinya. Luka itu akibat ia melawan saat ditangkap karena 3 kali mangkir sidang di PN Denpasar.

Di hari yang sama, dia juga menuliskan sejumlah tweet berisi keluhannya tentang pelayanan keimigrasian di Indonesia, dan secara khusus di Bali. Taqaddas juga menyertakan foto staf Imigrasi yang dia tampar dan ditudingnya berlaku kasar kepadanya.

Tak hanya itu, dia juga mengunggah foto Menlu Retno LP Marsudi dan Wakil Dubes RI di Inggris Rizal Sukuma. Taqaddas juga menyebut para tokoh itu tak merespon surat-surat yang dia kirimkan.

"Photo of corrupt Indonesian Ambassador in UK, Mr Rizal Sukuma who did not respond to my complaint and thus protect criminals of indonesian police, and immigration," tulisnya.

Masih belum puas, Taqaddas juga mengunggah foto petugas polisi di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Di dalam captionnya Taqaddas menuding polisi itu korup karena tak memproses laporannya.

"Polisi korup di kantor polisi Bandara Ngurah Rai yang tidak mendaftarkan laporan saya tentang kriminal-kriminal Imigrasi dan pihak keamanan hotel. Dia tidak mengizinkan saya periksa ke dokter selama 4 hari. Dia bilang tak perlu menulis rekam medis soal luka-luka ini. Dia tidak mengembalikan identitas Inggrisku kembali," tulisnya.

Dalam tweet lainnya Taqaddas kembali mengeluhkan jika dia merasa disiksa dan menyamakan kasus penangkapannya dengan kisah Jamal Khasoggi di Turki.

"Petugas Imigrasi Bali menyiksaku dua kali, dan aku hampir kehilangan nyawa dalam salah satu insiden penyiksaan. Mereka seperti pembunuh Khasogi," cetusnya.

Taqaddas menuntut segera dibebaskan dari Indonesia. Dia juga menyebut jika kasus ini telah menghancurkan karirnya.


Simak Juga 'Tok! WN Inggris Pemukul Petugas Imigrasi Divonis 6 Bulan Bui':

[Gambas:Video 20detik]


(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed