DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 12:26 WIB

PAN: Lahan Pak Amien Rais di Yogyakarta untuk Sekolah bagi Rakyat

Elza Astari Retaduari - detikNews
PAN: Lahan Pak Amien Rais di Yogyakarta untuk Sekolah bagi Rakyat Amien Rais (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - PAN membela sang Ketua Dewan Kehormatan-nya, Amien Rais, yang diserang Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal isu penguasaan lahan. PAN menegaskan lahan Amien di Yogyakarta hasil dari membeli sendiri dan dipergunakan untuk sekolah bagi rakyat.

"Kenapa kok malah larinya ke Pak Amien Rais? Pak Amien itu hanya punya lahan untuk pertapakan sekolah. Dan sekolah itu adalah sarana dan fasilitas umum untuk rakyat. Berapalah luasnya tanah untuk sekolah," ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Hal senada disampaikan politikus PAN lainnya, Faldo Maldini. Menurut dia, lahan Amien Rais yang disebut Hasto bukan pemberian siapa-siapa, melainkan didapat dari hasil perjuangan sendiri.


"Pak Amien punya lahan karena beliau beli, bukan turun dari langit. Pak Amien itu orang sepuh. Dosen dari almamaternya Pak Hasto sendiri. Hidup seorang pegawai negeri pada umumnya ya begitu. Punya uang berlebih, biasanya beli tanah. Lebih lagi uangnya, beli tanah lagi. Sedikit demi sedikit, cara investasinya ya begitu," ujar Faldo, terpisah.

"Kalau Pak Amien itu milenial, mungkin investasinya di startup yang unicorn, biar tidak dikuasai asing semua. Memang apa bisnisnya Pak Amien? Setahu saya, beliau cuma jalanin sekolah. Tujuannya jelas mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi, Pak Hasto jangan merendahkan guru di kampusnya sendiri gara-gara beda pandangan politik," imbuhnya.

Faldo juga membela capres Prabowo Subianto atas isu penguasaan lahan yang disinggung rivalnya, Joko Widodo, dalam debat kedua Pilpres 2019. Ia menegaskan lahan hak guna usaha (HGU) Prabowo sudah sesuai dengan aturan, seperti yang juga telah disampaikan Wapres Jusuf Kalla (JK).

"Begitu pun Pak Prabowo, yang dituduhkan itu warisan mertuanya, ternyata salah besar. Pak JK sudah bantah sendiri bahwa beliau yang beri akses itu. Pak Prabowo beli tanahnya dengan uang pribadi. Klaim-klaim petahana ini terbantah sendiri. Ini yang bikin pecah bangsa," sebut Faldo.

PAN: Lahan Pak Amien Rais di Yogyakarta untuk Sekolah Bagi RakyatFaldo Maldini (Dok Instagram @faldomaldini)


Menurut juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno ini, hal paling dasar dari keadilan sosial adalah kepastian hukum dalam kepemilikan. Faldo mengaku heran mengapa lahan-lahan yang tidak bermasalah hukum lantas diributkan.

"Kalau lahan tokoh yang memiliki dukungan publik kayak Pak Prabowo dan Pak Amien saja tidak mendapatkan kepastian hukum, apalagi tanah yang dimiliki oleh warga negara pada umumnya. Saya berharap seorang capres mampu bicara secara konstitusional, bukan mengumpulkan isu-isu personal sebagai alat menembak lawan debat," sebutnya.

"Soal fakta tanah dikuasai oleh elite, ya realitasnya memang begitu, bukan masalah isunya laku atau tidak. Ini yang keliru dari pernyataan Pak Hasto. Apakah dengan Pak Prabowo punya tanah banyak, maka kepemilikan lahan yang berkali-kali lebih banyak oleh orang lingkar Istana tidak jadi bagian dari masalah ketimpangan? Kan tidak begitu cara melihatnya," imbuh Faldo.


Dia mengingatkan soal tawaran pasangan nomor urut 02 itu terkait isu pertanahan ini. Faldo mengatakan Prabowo-Sandiaga akan menjamin kesejahteraan rakyat.

"Tawaran Prabowo sudah jelas, tanah harus dikuasai oleh negara sepenuhnya. Warga semuanya diberikan hak pemanfaatan. Produktivitasnya jauh lebih penting daripada kepemilikannya. Yang penting, warga bisa hidup sejahtera dari situ. Kita uji saja itu ketika beliau berkuasa," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Hasto berbicara mengenai ucapan Jokowi atas penguasaan lahan yang luas di Kaltim dan Aceh. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu lalu menyeret nama Amien dengan lahan-lahannya di Yogyakarta.

"Sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye 'tanah dikuasai elite' pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi," ungkap Hasto, Rabu (20/2).

Simak Juga 'Ribut-ribut soal Lahan Prabowo di Luar Arena Debat

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed