Duh! 62 Persen Warga Lampung Selatan BAB Sembarangan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Feb 2019 10:15 WIB
Ilustrasi (dok.detikcom)
Lampung - Dari 260 desa di Lampung Selatan, baru 100 desa yang bebas BAB sembarangan. Oleh sebab itu, Pemkab menargetkan pada 2019 seluruh desa di daerah ini dinyatakan setop buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

"Dari 260 desa di Lampung Selatan, baru sekitar 100 desa yang sudah dinyatakan ODF. Kalau bisa semua desa itu sudah setop BABS pada akhir 2019 ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, dr Jimmy B Hutapea MARS, di Lampung Selatan sebagaimana dilansir Antara, Rabu (20/2/2019).

Jimmy menegaskan, target itu, usai deklarasi Desa Sumber Agung sebagai desa ODF yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, pada Musrenbangcam Way Sulan, di Lapangan Desa Karang Pucung.

"Iya, ini memang salah satu program prioritas di Dinas Kesehatan. Karena memang target kita di akhir 2019 ini, semua desa yang ada di Lampung Selatan sudah mempunyai jamban. Tujuannya, agar tidak ada lagi masyarakat yang BABS," ujarnya.

Dia mengemukakan, sebelum dinyatakan sebagai desa ODF, Desa Sumber Agung sudah melalui tahapan proses yang panjang, mulai dari penilaian dan verifikasi oleh Dinas Kesehatan Lampung Selatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

"Jadi, baik kami maupun dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini sudah turun mengecek langsung, apakah benar di setiap rumah warga itu sudah mempunyai jamban. Kalau benar semua sudah mempunyai, kita rekomendasikan untuk bisa deklarasi," kata Jimmy.

Ia juga berharap, dari delapan desa yang ada di Kecamatan Way Sulan bisa mengikuti jejak Desa Sumber Agung yang telah mendeklarasikan sebagai desa ODF.

Begitu pun di seluruh desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan semuanya bisa setop BABS.

"Dari 260 desa di Lampung Selatan, baru sekitar 100 desa yang sudah dinyatakan ODF. Kalau bisa semua desa itu sudah setop BABS pada akhir 2019 ini," katanya.

Jimmy juga mengimbau kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran penting memiliki jamban yang sehat.

Dia juga meminta semua pihak terkait, untuk bersama-sama saling bersinergi memberikan sosialisasi terus menerus dan mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak BABS.

"Tujuannya supaya masyarakat menjadi sehat, karena ini erat kaitannya dengan pencegahan penyakit menular, seperti diare. Juga ada kaitannya dengan pengendalian kekerdilan. Intinya menekan penyakit menular yang disebabkan dari kotoran-kotoran karena BABS tadi," tandas Jimmy. (asp/asp)