BBM Naik, Pemerintah Akui Sulit Kontrol Kenaikan Harga
Sabtu, 17 Sep 2005 18:21 WIB
Jakarta -
Kenaikan harga BBM berarti kenaikan harga barang-barang terutama barang-barang pokok. Pemerintah pun mengaku kesulitan mengontrol kenaikan harga komoditas barang pokok itu. Apalagi permintaan terhadap barang pokok itu semakin meningkat pada Hari Raya Lebaran nanti. Namun, pemerintah dapat mengantisipasi kenaikan barang berupa beras dan gula. Hal ini disebabkan pemerintah mempunyai ketersedian stok yang cukup terhadap dua bahan pokok tersebut."Untuk komoditas selain beras dan gula, kita agak sulit mengontrol. Hal ini karena operasi pasar sebagai alat kontrol hanya bisa dilakukan apabila pemerintah punya stok. BUMN hanya ada beras dan gula," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu kepada wartawan seusai acara HUT Fakultas Ekonomi UI ke-55 di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/9/2005).Mari menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan langkah-langkah persiapan menjelang puasa dan Lebaran untuk mengantisipasi kenaikan BBM pada Oktober mendatang. Hal yang paling penting dalam mengontrol harga, lanjut Mari, adalah menjamin ketersediaan stok. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan para produsen, pedagang, dan instansi yang berhubungan dengan transportasi agar kenaikan harga barang pokok masih dalam batas yang wajar.Mari juga menjelaskan mengenai faktor-faktor yang dapat membuat harga barang-barang menjadi melonjak. Hal itu adalah kurangnya penyediaan barang, penimbunan barang, spekulasi, dan kemandekan dalam transportasi. "Hal itu juga yang akan kita antisipasi," tukasnya.
(atq/)










































