Pemerintah: Cash Transfer Bukan Program Sinterklas
Sabtu, 17 Sep 2005 16:11 WIB
Jakarta - Meski menuai kritikan, pemerintah tidak gentar memberlakukan program cash transfer atau pemberian langsung dana kompensasi BBM kepada masyarakat miskin. Namun pemerintah mengingatkan program tersebut bukan program sinterklas."Ini jangan diartikan sebagai program sinterklas. Karena selama ini pemerintah juga memberikan subsidi BBM setiap bulan kepada orang kaya. Makanya sekarang dialihkan ke masyarakat miskin," tegas Deputi Menneg PPN/Bappenas Bambang Widianto dalam diskusi di Mario's Place Bar, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Sabtu (17/9/2005).Apalagi pemberian Rp 100 per bulan per keluarga miskin tidak akan membuat kaya mereka. Dana itu hanya untuk menjaga kesejahteraan masyarakat pada saat BBM naik."Besaran ini rasional dengan asumsi bila satu keluarga butuh biaya Rp 600 ribu. Kemudian ada inflasi 10 persen, maka dibutuhkan tambahan Rp 60 ribu. Jadi Rp 100 ribu sudah cukup," ungkap Bambang.Diakui Bambang, program ini memang dirasa kurang bijaksana. Namun pilihan pemerintah tidak banyak dan ini upaya pemerintah untuk memperhatikan masyarakat.Hingga 15 September, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merampungkan pendataan 90 persen warga miskin atau setara dengan 13.662.594 penduduk.
(umi/)











































