DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 22:39 WIB

KPU Tutup Pintu untuk Permintaan Sandi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
KPU Tutup Pintu untuk Permintaan Sandi Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno mengusulkan agar pertanyaan dari panelis untuk debat Pilpres 2019 ditiadakan saja. KPU menutup pintu atas permintaan tersebut.

Sandiaga awalnya menyebut pertanyaan panelis dianggap tidak bisa dipahami oleh masyarakat bawah.

"Ternyata pertanyaan yang disampaikan panelis tidak ditangkap masyarakat. Saya usulkan debat ketiga, bahwa kita tidak usah diberi pertanyaan," ucap Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).


Sandiaga menyampaikan itu setelah menonton debat kedua bersama masyarakat di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, lebih baik calon presiden maupun wakil presiden memaparkan visi-misi. Baru kemudian pertanyaan didasarkan pada pengujian visi-misi calon.

"Sampaikan apa yang jadi program dan langsung bertanya masing-masing topik. Apa visi-misi Indonesia menang, dan silakan dikritisi," ucap pendamping capres Prabowo Subianto itu.

Ketua KPU Arief BudimanKetua KPU Arief Budiman (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

KPU menanggapi usul Sandi dengan berbicara tentang regulasi. Bagi KPU, keberadaan panelis sudah diatur dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Di PKPU, mengatur debatnya, ada yang berperan, ada KPU, ada moderator, ada paslon, ada panelis, itu diatur semua," ucap Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantornya, Selasa (19/2/2019).


Arief malah balik bertanya, siapa yang akan menyusun pertanyaan jika panelis tidak ada. Moderator tidak dimungkinkan membuat pertanyaan.

"Sekarang, kalau panelis nggak ada, yang menyusun pertanyaan siapa? Moderator? Moderator itu kita pilih dengan keahlian dia mampu mengatur jalannya diskusi. Mampu menyampaikan pertanyaan itu dengan kata, intonasi, yang baik yang bisa dipahami," ucap Arief.

Panelis penting karena dia dianggap menguasai setiap tema debat. Karena keahliannya itu, panelis dipercaya menyusun pertanyaan. Dalam debat, sudah dibuat sesi saling bertanya antarcalon. Namun tidak mungkin dilakukan dari awal debat sampai akhir.

"Moderator itu kan tidak ahli di bidang tema debat. Panelis itu dipilih karena keahliannya di bidang-bidang yang kita jadikan tema di setiap debat," ucap Arief.
(gbr/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed