DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 21:30 WIB

JK di Antara Debat Lahan Jokowi Vs Prabowo

Rina Atriana, Dwi Andayani - detikNews
JK di Antara Debat Lahan Jokowi Vs Prabowo Wakil Presiden Jusuf Kalla (Piroschka/Reuters)
Jakarta - Persoalan lahan sempat disinggung dalam debat kedua Pilpres 2019 antara calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut menjelaskan hal tersebut di kesempatan terpisah.

Awalnya, Prabowo menyoroti lahan di Indonesia yang tidak bertambah sedangkan jumlah penduduk terus bertambah. Jokowi meresponsnya dengan menyinggung besaran lahan yang dikuasai Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh.

Debat kedua Pilpres 2019 yang diikuti Jokowi dan Prabowo.Debat kedua Pilpres 2019 yang diikuti Jokowi dan Prabowo. Masalah lahan disinggung dalam debat. (Rengga Sancaya/detikcom)

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur. Sebesar 220 ribu hektare. Juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," kata Jokowi dalam debat capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Prabowo tidak langsung menjawab dalam sesi tersebut. Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini baru mengamini memiliki lahan beberapa tempat saat closing statement.


"Saya minta izin, tadi disinggung tentang tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu (hektare) di beberapa tempat. Itu benar, tapi itu adalah HGU (hak guna usaha), itu adalah milik negara. Jadi setiap saat, setiap saat negara bisa ambil kembali. Dan kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi, daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot. Terima kasih," sebut Prabowo.

Polemik bermunculan setelahnya. Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengadukan hal ini kepada KPU lantaran menilai Jokowi menyerang personal Prabowo. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin memberikan pembelaan pada Jokowi.


Penjelasan JK soal Lahan yang Dikuasai Prabowo

Nah, kini, JK yang pernah menjabat wakil presiden 2004-2009, menjelaskan duduk persoalannya. JK membenarkan Prabowo menguasai lahan 220 ribu hektare di Kaltim, namun disebutnya tidak melanggar aturan. JK menjelaskan, dialah yang memberikan izin kepada Prabowo membeli lahan di Kaltim.

Prabowo saat bertandang ke rumah dinas JK di tahun 2014.Prabowo saat bertandang ke rumah dinas JK pada 2014. (Foto: Istimewa/Ade Irawan)

"Bahwa Pak Prabowo menguasai, tapi sesuai UU, sesuai aturan, apa yang salah? Kebetulan waktu itu saya yang kasih itu," terang JK di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2).

Prabowo memutuskan membeli PT Kiani Kertas yang menjadi kredit macet di Bank Mandiri. JK mengizinkannya ketimbang lahan tersebut dibeli pihak asing.


"Itu di tangan BPPN, kemudian di tangan Bank Mandiri karena itu (lahan) kredit macet. Kredit macet sama Bank Mandiri, datang Pak Prabowo sama saya bahwa dia mau beli. Saya tanya 'you beli tapi cash, tidak boleh utang'. 'siap' (jawab Prabowo). Dia akan beli dengan cash," kata JK.


Namun JK memberikan syarat kepada Prabowo untuk membelinya tunai. Akhirnya lahan tersebut dibeli Prabowo senilai US$ 150 juta.

"US$ 150 juta. Itu yang dia beli itu kredit macet," ucap JK.


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(dkp/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed