DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 21:27 WIB

Fadli: Maksud Pak Prabowo Ingin Unicorn Tak Jadi Platform Impor

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Fadli: Maksud Pak Prabowo Ingin Unicorn Tak Jadi Platform Impor Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menjelaskan maksud kekhawatiran Prabowo Subianto jika perkembangan unicorn malah akan membawa uang Indonesia kabur ke luar negeri. Menurut Fadli, Prabowo ingin anak-anak muda Indonesia berkreasi dan uangnya untuk Indonesia juga.

"Maksud Pak Prabowo begini, kita harus melihat kalau orang-orang kita sendiri yang melakukan, bukan menjadi semacam proxy dari asing, itu bagus. Artinya, kita membutuhkan orang-orang yang ada di dalam negeri, anak-anak muda milenial yang kreatif dan uangnya untuk Indonesia. Indonesia kan pasar yang besar 265 juta (penduduknya), rakyat Indonesia adalah pasar yang besar," ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2/2019).


Kata Fadli, Prabowo mengingatkan agar unicorn tidak menjadi tempat uang ke luar negeri karena banyak yang berbelanja online untuk membeli produk impor. Ia pun mengimbau agar unicorn-unicorn Indonesia memasarkan produk lokal hingga bisa diekspor.

"Jadi jangan, Pak Prabowo mengatakan ini capital outflow, uang ke luar negeri. Coba kita lihat, kalau unicorn itu Pak Prabowo me-warning, mengingatkan, justru ini jadi tempat uang keluar negeri. Karena lebih banyak orang belanja online, tapi barang, barang impor," jelas Fadli.

Namun, lanjut Fadli, Prabowo tidak ingin unicorn justru menjadi platform untuk impor. Jika begitu, Fadli mengatakan artinya uang kabur ke luar negeri.

"Kalau yang belanja adalah dari lokal, kita ekspor, itu hebat. Ini yang harus dilakukan unicorn kita. Kita memasarkan produk-produk dalam negeri untuk kita ekspor. Jangan mereka jadi platform untuk impor, memasukkan barang-barang dari China atau negara-negara lain. Itu namanya uang kita keluar," ujarnya.


Sebelumnya, dalam debat kedua, capres Prabowo Subianto khawatir jika perkembangan unicorn malah akan membuat uang-uang Indonesia kabur ke luar negeri.

"Jadi kalau ada unicorn-unicorn, ada teknologi hebat, saya khawatir ini nanti mempercepat nilai tambah dan uang uang kita lari keluar negeri. Ini yang saya khawatir," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kekayaan Indonesia tidak pernah ada seluruhnya di dalam negeri. Bahkan menurutnya mayoritas ada di dalam negeri.

"Menteri Bapak sendiri mengatakan, ada Rp 11.400 triliun uang Indonesia di luar negeri. Di seluruh bank di Indonesia uangnya hanya Rp 5.465 triliun. Berarti lebih banyak uang kita di luar daripada di Indonesia," terangnya.

"Nah, kalau kita tidak hati-hati, dengan antusiasme untuk internet, e-commerce, e-ini, e-itu, saya khawatir itu juga bisa mempercepat arus larinya uang ke luar negeri," tuturnya.
(azr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed