DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 16:23 WIB

Ustaz Haikal Desak Polisi Usut Laporan '212 Penghamba Uang' Immanuel Ebenezer

Matius Alfons - detikNews
Ustaz Haikal Desak Polisi Usut Laporan 212 Penghamba Uang Immanuel Ebenezer Foto: Matius Alfons
Jakarta - Ustaz Haikal Hassan mengaku ikut tersinggung dengan ucapan kader PSI Immanuel Ebenezer yang menyebut 'PA 212 wisatawan penghamba uang'. Sebagai salah satu alumni PA 212, Haikal membantah keras tuduhan Immanuel itu.

"Saya adalah salah satu alumni, Ketum ada pak Slamet Ma'arif, ada ketua 1, ketua 2, ketua 3 segala macem. Untuk saya kemarin membawahi fund rising, dokumentasi media, TV itu saya yang membawahi itu semua, jadi saya tahu banget gitu loh," jelas Haikal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2/2018).

Haikal datang ke Polda Metro Jaya untuk mendampingi Eka Gumilar. Eka sebelumnya telah melaporkan Immanuel ke Polda Metro Jaya pada 4 Februari 2019.

"Saya mendengar kabar dari teman-teman dari pak Eka dan dari semua teman saya dapat kabar sudah 15 hari sejak laporan diajukan belum ada tindakan dan kabar berikutnya terhadap dugaan yang dilakukan oleh IE (Immanuel Ebenezer) itu yang mengatakan bahwa 'wisatawan 212 penghamba uang'," katanya

Haikal menyebut bahwa ucapan Immanuel di akun Twitternya itu merupakan perbuatan pencemaran nama baik. Dia pun meminta polisi untuk mengusut tuntas laporan itu.

"Masa 14 juta orang disangka penghamba uang semua, nah itu yang saya mau tahu dan tolong polisi tindaklanjuti dan ini sudah hari ke-15 sehingga kita wajar dong bertanya sampai dimana prosesnya," sambungnya.

Haikal menyampaikan dirinya sempat bertemu dengan penyidik. Namun, saat menanyakan kelanjutan laporan Eka itu, jawaban penyidik kurang memuaskannya.



"Iya di dalam tadi ternyata baru hari ini turun dari atas katanya, saya nggak tahu dari atas gimana maksudnya, biasanya dari atas tuh dari Allah SWT, turun laporan," sambungnya.

Lebih jauh Haikal mengaku sudah pernah meminta klarifikasi terhadap Haikal. Namun, klarifikasi saja tidak cukup.

"Ya dia bilang wisatawan itu karena di Monas, Monas bukan tempat ibadah, atau Monas bukan tempat sujud atau Monas bukan tempat salat atau kalau orang datang berarti wisatawan, mana bisa. Anda datang ke situ mau wisatawan apa mau salat, itu kan masjid okay. Museum Gajah, di dalamnya ada musala gimana? Wisatawan atau apa (yang datang ke museum, red)? Jadi kalimat ini kalimat ambigu, wisatawan okay wisatawan terus kenapa bilang 'penghamba uang?' Apa ukurannya penghamba uang, apa yang datang ke sana dibayar, tuan-tuannya duit katanya, maksudnya apa ini gitu loh," paparnya.

Ia menegaskan kembali, meminta polisi untuk segera mengusut tuntas perkara itu. Dia mewanti-wanti akan ada laporan lain terhadap Immanuel.

"Harapannya ya ditindaklanjuti, kenapa karena semua daerah akan melapor, sekali pencet knop nih (tunjuk HP) klik, sekali pencet tombol klik maka akan terjadi laporan di seluruh Polda di seluruh Indonesia, jangan sampai ke arah sana jadi isu nasional ini nanti gitu loh. Untuk seorang Ahok aja kita turun berkali-kali, masa seorang IE ini kita turun lagi begitu, sakit hati kita 'penghamba uang', maksudnya apa," tandasnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed