DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 14:40 WIB

Jokowi Datang 'Sendiri' ke Tambak Lorok, BPN: Skenario untuk Jualan di Debat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jokowi Datang Sendiri ke Tambak Lorok, BPN: Skenario untuk Jualan di Debat Andre Rosiade (dok. pribadi)
Jakarta - Kunjungan incognito Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Tambak Lorok, Semarang, dibenarkan ketua RW setempat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berharap kunjungan tersebut bukanlah sebuah pencitraan.

"Kami tidak ingin bersuudzon, kami tidak ingin berprasangka buruk kepada Pak Jokowi, apakah mungkin saja ini bisa diindikasikan skenario untuk jualan di debat kedua, seperti data-data hoax yang dipaparkan di debat kedua," ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).


Andre mengatakan kunjungan tersebut sangatlah kebetulan dilakukan sebelum debat kedua digelar. Dia pun menduga kunjungan incognito Jokowi tanpa pengawalan dan hanya bersama sopir itu hanyalah skenario belaka.

"Mungkin saja ini, patut diduga, memang dipersiapkan untuk debat. Pernyataan Pak Jokowi lalu dikonfirmasi oleh warga terkesan heroik gitu lho, presiden datang dengan sopir. Saya nggak mau mengomentari hanya memberikan logika kepada masyarakat. Ini kan beberapa minggu sebelum debat kedua, wajar kalau ada pertanyaan dari publik seorang presiden datang tanpa pengawalan tuh memang disiapkan jadi jualan di debat kedua," tuturnya.

"Jadi patut diduga ini memang disiapkan oleh timses Pak Jokowi untuk jadi jualan di debat kedua, wah seorang presiden datang tengah malam, lalu tanpa pengawalan," imbuh Andre.

Politikus Gerindra itu mengatakan, andaipun kunjungan itu memang benar adanya dan bukan rekayasa, ia mengusulkan agar Panglima TNI mencopot Danpaspampres. Sebab, mereka lalai dalam tugas dengan membiarkan sang presiden 'berkeliaran' sendirian.

"Tak mungkinlah presiden keluar kamar Paspampres sama intelijen, ajudan nggak tahu. Logikanya ajalah. Ini simbol negara, presiden itu. Mungkin tidak ada pengamanan terbuka, tapi pengamanan tertutup harus ada. Kalau itu benar, Panglima TNI wajib copot Danpaspampres-nya. Kalau itu terjadi lho ya. Simbol negara bisa keluar malam hari dan hanya dengan sopirnya dan kebobolan Paspampres, saya mengusulkan kepada Panglima TNI untuk mencopot Komandan Paspampres," ujar Andre.

"Ini membahayakan. Karena Pak Jokowi ini simbol negara Indonesia lho, presiden saya lho, Presiden RI. Kita harus jaga keselamatan beliau. Kalau benar itu terjadi, ini keteledoran Danpaspampres," sambung dia.


Kesaksian soal kunjungan incognito Jokowi sebelumnya disampaikan Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Ahmad Sueb. Sueb mengaku kaget dan mengira Jokowi sebagai pekerja proyek.

Sueb mengatakan saat itu Jokowi sendirian. Bahkan sopirnya yang mengantarkannya ada di dalam mobil. Sueb mengaku tidak melihat ada Paspampres di lokasi sehingga ia menjadi 'Paspampres' dadakan.

"Lha malam-malam, saya kira pekerja proyek, saat menghampiri baru tahu itu Pak Jokowi," ujar Sueb kepada wartawan, Senin (18/2).

Pihak Paspampres pun menjawab mengenai pengamanan Jokowi di Tambak Lorok. Asintel Komandan Paspampres Kolonel Kav Urip Prihatman mengatakan pengamanan terhadap Presiden tetap dilakukan dan melibatkan berbagai unsur pengamanan.

"Pada intinya, Paspampres melaksanakan pengamanan secara fisik, langsung, jarak dekat setiap saat, dan di manapun VVIP berada," ujar Asintel Komandan Paspampres Kolonel Kav Urip Prihatman saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/2).


Saksikan juga video 'Jokowi Minta Ustaz Yusuf Mansur Tidak Dukung Dirinya':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed