PSK Pekanbaru Meningkat Drastis

Pasca Penertiban Judi

PSK Pekanbaru Meningkat Drastis

- detikNews
Sabtu, 17 Sep 2005 14:10 WIB
Pekanbaru - Tempat judi ditertibkan sesuai instruksi Kapolri Jenderal Pol Sutanto eh pekerja seks komersial (PSK) meroket. Lonjakan PSK hingga 100%!Temuan ini diungkapkan Direktur Monitoring LSM Peduli Perempuan dan Masa Depan Anak (P2MA) Maraden kepada wartawan, Sabtu (16/9/2005) di Pekanbaru.Maraden menjelaskan, menyempitnya lapangan pekerjaan merupakan alasan utama meningkatnya jumlah PSK dalam tiga bulan terakhir. Data P2MA, jika sebelumnya diperkirakan ada 1.670 PSK di Pekanbaru, kini sejak Mei 2005 melonjak menjadi 2.865 PSK."Dari survei yang kita lakukan, mereka umumnya mengaku korban PHK dari sejumlah lokasi hiburan serta tempat perjudian. Alasannya klasik, mulai dari pemenuhan biaya keseharian hingga persoalan persoalan ekonomi lainnya merupakan faktor utama mendorong peningkatan drastis itu," ujar Maraden.Menurut Maraden, dari monitoring pada 14 kawasan lokasi yang kerap dijadikan lokasi mangkal PSK hingga ke puluhan hotel hingga wisma kelas melati dan lokasi lain di Pekanbaru, Tim Monitoring mencatat adanya pertambahan para PSK itu."Tidak sedikit di antara mereka yang mengaku tidak lagi bekerja di sejumlah lokasi hiburan karena kerap dirazia pihak berwajib. Namun kita menyimpulkan faktor menyempitnya lahan pekerjaan mendorong laju pertambahan PSK hingga lebih dari 100 persen," kata Maraden.Tidak SeriusSementara itu, Edi Ahmad RM, anggota DPRD Riau menilai penambahan PSK ini sebagai bukti ketidakseriusan pihak pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota untuk mengatasi pengangguran dalam enam bulan terakhir.Edi Ahmad RM yang sebelumnya penggiat penanganan PSK di Riau itu kepada detikcom menyebutkan, subtansi masalah yang patut dipikirkan adalah bagaimana tetap memepertahankan, jika tidak mungkin menambah lapangan pekerjaan yang ada sebelumnya di Riau, khususnya di Pekanbaru."Percuma penambahan anggaran hingga Rp 5 miliar misalnya bagi Badan Kesejahteraan Sosial untuk menangani PSK. Itu hanya bersifat sporadis. Subtansi masalahnya, jelas lapangan pekerjaan. Bahwa suami menganggur, merupakan alasan yang kerap kita dengar dari para PSK itu," pendapat pria yang pernah dianugerahi "Presiden Pelacur Riau" di Lokalisasi Taleju, Pekanbaru, tahun 2002 lalu.MaksimalPihak Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Riau sendiri mengaku sudah berupaya maksimal untuk menertibkan dan membina para PSK yang terangkap razia.Menurut Hutomo, staf seksi Unit Penanganan PSK BKS Riau, pihaknya juga mensinyalir terjadinya pelonjakan PSK dalam beberapa bulan terakhir. Sayangnya pihaknya belum memiliki data akurat atas itu."Masalahnya kompleks. Soal ekonomi hingga lapangan pekerjaan yang memang di luar jangkauan BKS. Peningkatan PSK ini juga sudah kerap kami bawa ke beberapa rapat koordinasi. Soal bagaimana kebijakan selanjutnya, bukan wewenang saya. Itu wewenang pimpinan," kilahnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads