Koperasi Diminta Manfaatkan Dana Kompensasi BBM Jadi Modal
Sabtu, 17 Sep 2005 11:31 WIB
Jakarta - Sejumlah pengelola koperasi diminta benar-benar memanfaatkan dana kompensasi BBM yang akan diterimanya nanti. Mereka diminta menjadikan dana itu sebagai modal usaha produktif.Imbauan itu disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam acara penganugerahan rekor MURI pada pengelola Koperasi Simpan Pinjam Jasa TMII bertempat di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (17/9/2005). Koperasi ini menjadi satu-satunya koperasi yang mampu mengorganisir wisatawan terbanyak."Dengan menjadi modal usaha produktif itu bisa menjadi umpan pancing yang membawa manfaat lebih besar bagi yang menerimanya," kata Kalla.Kalla menjelaskan, penyaluran subsidi sebesar Rp 100 ribu per bulan per keluarga miskin akan dibayarkan di depan sebelum kenaikan BBM. Nilai per tahunnya mencapai Rp 15 triliun. Agar dana sebesar itu bisa bermanfaat lebih, maka tidak ada jalan lain selain mengelolanya sebagai modal usaha. Karena pada gilirannya hal itu akan membawa efek yang jauh lebih besar dari pada nilai Rp 100 ribu itu sendiri."Tentunya pemerintah menyerahkan pengaturannya kepada masyarakat, kalau dari pusat diatur nanti hilang di tengah-tengah," kata dia.Lebih lanjut Kalla mengingatkan, seiring dengan tren perekonomian nasional ke depan, peranan swasta dan koperasi akan lebih menonjol dibanding pemerintah. Khususnya koperasi simpan pinjam yang mempunyai sifat lebih luas dibanding lembaga keuangan lainnya dalam menyalurkan bantuan modal kerja petani dan UKM. Karena itulah sejak saat ini para pengelola koperasi harus menggiatkan pengkaderan agar nantinya unit usaha yang telah dirintis tidak runtuh di tengah jalan hanya karena masalah kepengurusan. "Pengelolanya dengan penuh amanah agar tidak menjadi alergi bagi masyarakat nanti," kata dia.
(umi/)











































