DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 19:05 WIB

PDIP: Fitnah Earpiece Dimainkan BPN karena Jokowi Bikin KO Prabowo

Elza Astari Retaduari - detikNews
PDIP: Fitnah Earpiece Dimainkan BPN karena Jokowi Bikin KO Prabowo Charles Honoris bersama Jokowi. (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - PDIP menilai isu capres petahana Joko Widodo memakai earpiece pada debat kedua capres semalam dimainkan oleh kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dugaannya adalah karena Jokowi berhasil membuat Prabowo knockout (KO) pada debat kedua Pilpres 2019.

"Fitnah Pak Jokowi memakai earpiece sengaja dimainkan oleh BPN 02 demi mengalihkan perhatian publik atas fakta kekalahan Prabowo dalam debat capres semalam," kata politikus PDIP Charles Honoris kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Charles pun menilai rumor Jokowi memakai earpiece untuk mendapat bocoran dari timnya hanya merupakan buntut keputusasaan kubu Prabowo. Sebab, dalam debat kemarin, Minggu (17/2), Jokowi disebut jauh lebih unggul.


"Jika diibaratkan pertandingan tinju, Pak Jokowi sudah membuat 'KO' Pak Prabowo, tapi kemudian tim 02 melempar rumor tak bertanggung jawab bahwa Pak Jokowi menggunakan sarung tinju dari besi. Jelas ini mengada-ada, bahkan mengarah pada fitnah," kata Charles.

Bukan tanpa alasan anggota DPR RI ini menilai Jokowi berhasil memenangi debat kedua. Charles menyebut argumen Jokowi detail berdasarkan fakta dan angka, sementara Prabowo dinilai lebih banyak retorika.

"Menurut analisis isi, dari 2.789 kata yang keluar dari mulut Prabowo, ia hanya menyebut angka 20 kali. Sebaliknya, Jokowi menyebut angka sebanyak 98 kali. Padahal Jokowi tidak membawa sontekan seperti Prabowo. Artinya, Pak Jokowi memang menjiwai betul apa yang menjadi kerja, kerja, kerja, dan capaian beliau dalam pembangunan di bidang energi, pangan, infrastruktur, SDA, dan lingkungan hidup," ujarnya.

Chrarles pun menyoroti soal jawaban Prabowo terkait unicorn Indonesia yang kemudian menjadi polemik. Jawaban Prabowo, disebut caleg petahana DPR RI Dapil DKI Jakarta III ini, membuktikan capres nomor urut 02 itu tidak fokus terhadap ekonomi digital.


"Respons Prabowo tentang unicorn dan dengan tidak menjawab pertanyaan Pak Jokowi terkait Industri 4.0 membuktikan bahwa digital platform yang menjadi masa depan industri Indonesia justru tidak menjadi perhatian Pak Prabowo," sebut Charles.

KPU RI sudah memastikan baik Jokowi maupun Prabowo tak ada yang memakai earpiece saat debat. Charles pun memberikan apresiasi.

"Saya mengapresiasi kesigapan KPU yang dengan cepat mengklarifikasi bahwa tidak ada earpiece yang dipakai Pak Jokowi, sehingga tidak menjadi bola liar yang dimanfaatkan banyak pihak. Oleh karenanya, rumor yang sudah mengarah pada fitnah tidak bermutu ini sudah seharusnya dihentikan," tuturnya.

Seperti diketahui, isu soal earpiece ini awalnya ramai di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno sempat meminta kubu Jokowi memberikan klarifikasi.


Selain soal earpiece, rumor pulpen yang dibawa Jokowi ke panggung debat adalah alat komunikasi juga sempat beredar. TKN Jokowi-Ma'ruf sudah memberikan bantahan terhadap isu-isu tersebut. KPU pun juga telah memberikan klarifikasi.

"Capres 01 dan 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu, jadi clear seperti itu," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Senin (18/2). Wahyu ditanya soal isu Jokowi memakai earpiece saat debat semalam.

Sementara itu, BPN Prabowo pun yakin Jokowi tidak menggunakan earpiece. Sebab, data-data yang disampaikan Jokowi masih dianggap bisa dengan mudah dihafal.

"Tidak mungkinlah Presiden RI pakai earpiece. Kami juga dari BPN tahu, nggak mungkin Presiden pakai earpiece. Dia itu kan datanya cuma berapa banyak dihafal sebentar. Itu ngapal (menghafal) begitu sejam juga selesai. Dia sambil break dihafal lagi, jadi jangan kita menuduh, menyangka Pak Jokowi pakai earpiece," ungkap juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed