DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 18:33 WIB

Data Impor Jagung Berbeda, BPN Prabowo Anggap Sebagai Bumerang Jokowi

Yulida Medistiara - detikNews
Data Impor Jagung Berbeda, BPN Prabowo Anggap Sebagai Bumerang Jokowi Ahmad Riza Patria (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Data impor jagung yang dipaparkan capres 01 Joko Widodo (Jokowi) menuai kritik. BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai perbedaan data itu merupakan bumerang bagi Jokowi sendiri.

"Jadi banyak data-data yang menurut kami, sepertinya meyakinkan publik, Pak Jokowi menguasai data dan mengerti, tapi faktanya data yang disampaikan bagian dari pencitraan meraih simpati, tapi jadi bumerang sekarang. Itu di media sosial mempublish berapa banyak data yang salah yang diungkap oleh Pak Jokowi," kata Juru Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria di Komplek DPR, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Ia menyampaikan beberapa data salah yang disampaikan Jokowi. Diantaranya data terkait kebakaran hutan, produksi sawit, hingga impor jagung.



"Tadi malam kita lihat banyak data yang disampaikan oleh Pak Jokowi mohon maaf banyak yang salah, terkait kebakaran tidak pernah ada, nggak lama kemudian berita beredar ya kan setiap tahun terjadi kebakaran. Soal impor juga salah datanya, soal sawit juga tidak 46 juta ternyata 32 juta umpamanya, jadi banyak sekali," ujarnya.

Selain itu Riza mengaku kaget dengan pernyataan Jokowi soal adanya kolam bekas tambang menjadi kolam ikan. Menurutnya tak akan ada ikan yang bisa bertahan hidup di kolam bekas tambang.

"Kita juga kaget katanya ada kolam bekas tambang tahu-tahu ada di kolam ikan begitu ya, mohon maaf kalau bekas tambang itu ada unsur besi, tidak bisa disitu ikan hidup begitu," ungkapnya.

Sebelumnya, Data impor jagung yang dipaparkan capres 01 Joko Widodo (Jokowi) menuai kritik. Jokowi menyebut impor jagung bisa ditekan menjadi 180.000 ton pada 2018, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) justru berbeda.



Menurut data BPS impor jagung sepanjang tahun 2018 mencapai 737,22 ribu ton dengan nilai US$ 150,54 juta. Merespons perbedaan data itu, Presiden Jokowi pun buka suara.

"Ya sekali lagi, kita dari kementerian dan lembaga, misalnya yang berkaitan dengan impor jagung. Ya memang 2018 saya tanya konfirmasi lagi ke Mentan 180.000 (ton), Mendag juga 180.000 dan justru ada ekspor 380 ribu (ton), di debat lupa disebutkan. Data-data dari kementerian," ujar Jokowi saat ditanya wartawan di Lapangan Tegal Papak, Pandeglang, Banten, Senin (18/2).
(yld/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed