DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 18:04 WIB

Dialog Kebangsaan di Gambir, Mahfud MD Bicara Indonesia Emas 2045

Ibnu Hariyanto - detikNews
Dialog Kebangsaan di Gambir, Mahfud MD Bicara Indonesia Emas 2045 Foto: Dialog kebangsaan di Gambir (Ibnu-detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan setiap warga negara harus memiliki rasa optimis menyonsong Indonesia yang lebih maju. Sebab, pemerintah memiliki cita-cita mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

"Salah satu topik yang akan bicara menyongsong Indonesia Emas 2045. Saat ini pemerintah mencanangkan tahun 2045 adalah kejayaan Indonesia. 100 tahun merdeka Indonesia akan jaya. Kalau semua berjalan lancar," kata Mahfud MD di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2019).

Hal itu sampaikan dalam dialog kebangsaan dengan tema 'Mengokohkan Kebangsaan Menyongsong Indonesia Emas 2045'. Dalam dialog ini hadir pula mantan Wakil Presiden RI Tri Sutrisno, Allissa Wahid hingga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.




Mahfud yang juga pengagas Gerakan Suluh Kebangsaan ini kemudian menyinggung soal anggapan Indonesia akan bubar sebelum tahun 2045. Ia tetap yakin Indonesia akan mencapai cita-citanya di tahun 2045 itu.

"Karena ada yang katakan Indonesia tak sampai ke situ, ke tahun 2045, kalau salah kelola. Kita nggak boleh salah kelola. Kita ingin kelola kita ingin sampai Indonesia Emas," tuturnya.

Sebab, menurut Mahfud bangsa ini miliki modal yang cukup untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Modal itu adalah kebhinekaan bangsa Indonesia, sumber daya alam yang melimpah hingga budaya demokrasi.

"Kita punya semua modal dasar untuk itu. Kebhinekaan kita punya, sumber daya alam kita punya, demokasi kita punyao itu selama ini membuktikan apa yang kita punya bisa dimanfaatkan," ungkap Mahfud.



Selain itu, ia juga meminta seluruh warga negara berperan dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia sadar memasuki tahun politik potensi adanya perpecahan di tengah masyarakat sangat besar.

"Menjelang pemilu menang harus ada diantisipasi dan situasi yang harus didinginkan," sebutnya.

Ia mengatakan perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pemilu merupakan hal yang biasa. Meski demikian, ia menekanan setelah penyelengaraan Pemilu harus kembali bersatu.

"Dalam pemilihan boleh bertentangan tapi kalau sudah terpilih, kita harus bersama dan pertentangan tidak boleh dilanjutkan lagi," pungkasnya.

Rangkaian kegiatan Gerakan Suluh Kebangsaan ini dimulai dari Stasiun Merak pagi tadi. Kini rombongan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Cirebon dan berakhir di Stasiun Banyuwangi pada Jumat (23/2).


Saksikan juga video 'Mentan: 2045 Indonesia Lumbung Pangan Dunia':

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed