DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 17:34 WIB

Pengacara Pemprov Papua Minta Polisi Bongkar Grup WA Penyelidik KPK

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Pengacara Pemprov Papua Minta Polisi Bongkar Grup WA Penyelidik KPK Foto: Samsuduha Wildansyah
Jakarta - Pihak Pemprov Papua menyebut adanya rekayasa dalam upaya operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Borobudur, Jakarta. Polisi diminta membongkar isi WhatsApp grup di ponsel penyelidik KPK untuk membuktikan dugaan rekayasa itu.

"Kita minta Krimsus untuk coba membuka kembali HP Gilang (Gilang Wicaksono penyelidik KPK, red), kalau data ini hilang berarti mereka menghilangkan barang bukti," jelas pengacara Pemprov Papua Stefanus Roy Rening kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Roy menuding KPK telah menghilangkan barang bukti terkait kasus itu. Percakapan di grup WhatsApp di ponsel penyelidik KPK yang sempat dibaca oleh sejumlah orang Pemprov Papua, sudah hilang.

"Bahwa ternyata KPK berusaha menghilangkan barbuk, yang saya maksudkan barbuk, jadi malam itu kan kita mendapatkan informasi dari WhatsApp grup yang dipegang oleh Gilang Wicaksono tentang bagaimana dia membuntuti gubernur Papua," sambungnya.

Roy kembali menjelaskan kronologi pada saat Gilang dan rekannya diamankan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Jumat (1/2). Penyelidik KPK, disebutnya telah mengincar tas hitam milik Kabag Anggaran Pemprov Papua Nus Weya, yang disebutnya dicurigai oleh KPK berisi sejumlah uang.



"Kita sudah lihat semua gerakannya, gubernur turun, (penyelidik KPK) perhatikan ransel tas hitam," sambungnya.

Namun, setelah dua penyelidik KPK diamankan di Polda Metro Jaya, isi percakapan di grup WA itu hilang.


"Tapi apa yang terjadi, setelah tiba di Polda WhatsApp-nya Gilang sudah seperti ini, hilang, disedot. Jadi semua data yang ada di dalam HP ini blank, kita buka ulang ternyata blank. Sehingga ada apa teman-teman KPK menghilangkan barbuk ini," jelasnya.

"Kenapa bisa blank, padahal ini posisi di Polda dipegang oleh Polda karena kita serahkan ke Polda malam itu, bukan dipegang oleh Gilang," cetusnya.

Buntut dari kejadian itu, Pemprov Papua kemudian melaporkan penyelidik KPK ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Roy meminta polisi melakukan digital forensik terhadap ponsel Gilang.

"Jadi diplot, tapi ini kita akan serahkan hari ini bahwa kita minta agar WA Gilang atau HP Gilang atau komunikasi yang terdapat dalam (ponsel) Gilang ini kembali diaudit forensik oleh Reskrimsus sehingga ditemukan adanya konspirasi itu," tandasnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>