BPN soal Sebab Golput: Pemilih Petahana Kecewa dengan Jokowi

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 18 Feb 2019 17:16 WIB
Foto: Juru Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Riza Patria. (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Juru Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Riza Patria membeberkan beberapa penyebab warga memilih golongan putih atau golput. Salah satunya, pemilih petahana kecewa karena Jokowi dinilai tak merealisasikan janjinya.

"Berdasarkan pendapat yang berkembang di media sosial kenapa ada peningkatan? Pertama karena ada kekecewaan, kalau yang umum itu golput kenapa sih, ya karena orang bekerja, karena orang nggak peduli lagi pada politik, karena orang ada di luar negeri, sakit, dan sebagainya atau menganggap biasa-biasa saja, itu yang umum," kata Riza, di diskusi berjudul Potensi Golput di Pemilu 2019, Komplek DPR, Jakarta, Senin (18/2/2019).


Menurut Riza ada juga yang memilih Goput karena tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. Sebab Jokowi dianggap tak bisa merealisasikan janjinya di Pemilu terdahulu.

"Yang tidak umum di 2019, ini pertama karena dianggap petahana atau pemilih petahana ketika itu kecewa dengan Pak Jokowi karena berharap banyak ekspektasinya lebih. Bapak Jokowi tidak bisa men-deliver, tidak bisa memastikan harapan, apalagi merepresentasikan harapan dari para pemilih Bapak Jokowi 2014, katanya seperti itu sehingga mereka memilih golput," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, adanya presidential threshold 20 persen menjadikan munculnya pemilih golput. Karena, ada pihak yang kecewa lantaran mau maju sebagai calon presiden tetapi tak bisa.

"Dengan 20% itu masyarakat kecewa bahwa demokrasi kita ini menurun, makanya Partai Gerindra kecewa juga dengan UU Pemilu yang telah mensahkan PT 20 %, kami inginnya Presidential Threshold 0%, supaya semua seluruh warga negara mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi capres maupun cawapres," ucapnya.

Meski begitu, Riza menilai angka golput tidak akan meningkat di Pilpres 2019. Karena pilpres dan pileg digelar serentak.

"Saya pribadi punya pendapat yang berbeda, karena pilpres dan pileg ini 2019 ini atau Pemilu 2019 dilakukan secara serentak, saya kok meyakini angka golput itu tidak akan meningkat," kata Riza.


Riza menilai dengan dilaksanakannya pemilu serentak maka akan menggerakkan seluruh tim kampanye untuk memenangkan capres dan caleg yang diusung. Menurut Riza, timses juga akan memastikan masyarakat memberikan dukungan pada calon yang diusung sehingga cara itu dianggap menurunkan angka golput.

"Bapak Prabowo juga selalu menyampaikan bahwa emak-emak juga harus mengawal, jangan cuma di dapur, supaya dapur ngebul ya harus ikut berpolitik, dengan cara pilih presiden yang bisa menurunkan harga sembako dan sebagainya," kata Riza.



Saksikan juga video 'Koalisi Masyarakat sipil Tegaskan Golput Hak Ekspresi Politik yang Sah':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/idh)