DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 16:40 WIB

Pasca-kebakaran, 25 Sumur Minyak Ilegal di Jambi Ditutup

Ferdi Almunanda - detikNews
Pasca-kebakaran, 25 Sumur Minyak Ilegal di Jambi Ditutup Penutupan sumur minyak ilegal di Jambi. (Ferdi/detikcom)
Jambi - Pertamina Jambi bersama Polda Jambi menutup 25 sumur minyak ilegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi. Penutupan sumur minyak ilegal itu dilakukan tepat di area Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifudin.

"Penutupan ini dilakukan pasca-terjadinya sumur minyak ilegal yang terbakar. Ada 25 sumur di 25 titik lokasi yang kita lakukan penutupan. Penutupan itu dilakukan dengan memasukkan suckrod (besi pejal) pada lubang sumur dan semen, tujuannya agar tidak dapat dibuka kembali oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab," kata Pertamina EP Asset 1 Government & PR Assistant Manager, Andrew, kepada wartawan, Senin (18/2/2019).


Selain melakukan penutupan sumur minyak ilegal itu, polisi bersama Pertamina menyita beberapa alat yang selama ini digunakan untuk kegiatan pengeboran sumur tanpa izin tersebut. Alat itu berupa mesin motor, mini rig, besi-besi menara, tubing, katrol, timba/canting dan peralatan-peralatan lainnya.

"Penutupan sumur dilakukan melalui mekanisme penyemenan permanen, sedangkan pada permukaan sumur dilakukan clearing menggunakan alat berat. Diharapkan penyelesaian permasalahan pemboran sumur minyak tanpa izin tersebut tidak hanya sisi teknis penutupan, namun juga adanya penindakan dan penegakan hukum terhadap para investor, distributor, dan penampung," ujar Andrew.

Sementara itu, secara terpisah, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari Jambi Parlaungan menyebutkan dampak aktivitas pertambangan minyak ilegal yang terjadi telah membahayakan lingkungan. Dari pencemaran udara, pencemaran sungai, sampai kerusakan hutan milik negara.

"Lokasi pertambangan minyak ilegal, yang awalnya hanya dilakukan di tanah pribadi, kini sudah menjalar ke kawasan tanah milik negara tersebut. Tentu ini sudah merugikan. Tambang minyak ilegal itu membahayakan karena tidak sesuai aturan yang ada," kata Parlaungan.


Lokasi Tahura seluas 15.830 hektare di Kabupaten Batanghari Jambi itu sebagian wilayah hutannya telah dirusak oleh penambang minyak ilegal di sana. Lokasi hutan tersebut tercemar oleh tumpahan minyak mentah itu.

Parlaungan berharap, dengan kejadian terbakarnya tambang minyak ilegal itu, masyarakat sekitar yang bermain tambang minyak ilegal tersebut dapat menghentikan kegiatannya.

"Karena tambang minyak ilegal itu juga dilakukan dengan cara asal dan tidak sesuai prosedur pada umumnya. Penambangan minyak ilegal itu juga dinilai dapat membahayakan hutan dan ekosistem alam di kawasan Tahura,'' ujar Parlaungan.

Untuk diketahui, sumur minyak di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Sumur minyak ilegal itu terbakar pada Sabtu (16/2) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Dari kejadian terbakar itu, satu orang yang diduga merupakan pekerja tambang sumur ilegal berinisial H (54), warga Palembang Sumatera Selatan mengalami luka bakar hingga akhirnya tewas.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed