detikNews
Senin 18 Februari 2019, 16:37 WIB

Wali Kota Pasuruan Dipindah KPK ke Rutan di Surabaya

Haris Fadhil - detikNews
Wali Kota Pasuruan Dipindah KPK ke Rutan di Surabaya Wali Kota Pasuruan dipindah KPK ke Rutan di Surabaya (Foto: dok KPK)
Jakarta - KPK memindahkan penahanan Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono ke Surabaya. Pemindahan dilakukan karena Setiyono bakal menjalani sidang di PN Tipikor Surabaya.

"Untuk menunggu proses persidangan yang direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Febri menyebut Setiyono dititipkan di Rutan Polda Jatim. Ada dua orang lainnya yang juga dipindahkan, yaitu Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Pemkot Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, dan Tenaga Honorer di Kelurahan Purutrejo, Kota Pasuruan Wahyu Trihadianto.

"DFN (Dwi Fitri Nurcahyo) dan WTH (Wahyu Trihadianto) dititipkan di Rutan Kejati Jatim," ujarnya.
Dijeratnya Setiyono, Dwi Fitri dan Wahyu sebagai tersangka berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Setiyono diduga menerima suap terkait proyek pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan.

Proyek yang dimaksud ialah belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). KPK menduga Setiyono menggunakan tangan Dwi Fitri selaku Plh Kadis PU Kota Pasuruan dan Wahyu untuk menerima uang dari seorang pihak swasta sebagai pemberi suap atas nama Muhamad Baqir.

Baqir juga ditetapkan KPK sebagai tersangka. Untuk proyek itu, Setiyono diduga mendapat jatah 10 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 2.210.266.000. Selain itu, ada permintaan 1 persen untuk pokja sebagai tanda jadi.



(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed