Jelajah Kebangsaan, Mahfud Md: Jangan Ganggu Indonesia Merdeka

M Iqbal - detikNews
Senin, 18 Feb 2019 13:19 WIB
Mahfud Md (Ardian/detikcom)
Serang - Di tengah maraknya sentimen perpecahan antarbangsa, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud Md, meminta siapa pun agar jangan mengganggu kemerdekaan Indonesia. Apa yang dimaksud Mahfud dengan pernyataan itu?

Kemerdekaan Indonesia menurut Mahfud adalah berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dengan kemerdekaan itu, manusia Indonesia bebas bercita-cita untuk menjadi pejabat, politisi, bahkan presiden.

Kemerdekaan merupakan kebebasan bangsa Indonesia dalam mengenyam pendidikan. Mahfud mengutip ungkapan Bung Karno bahwa Kemerdekaan Indonesia adalah jembatan emas. Jembatan untuk bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

"Oleh sebab itu, sudahlah jangan ganggu Indonesia merdeka ini, Anda semua ada di sini ini, bisa duduk ini karena Indonesia merdeka berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Allah memberi berkat kemerdekaan," kata Mahfud dalam dialog kebangsaan 'Mengokohkan Kebangsaan, Merawat Kebhinnekaan' di Stasiun Merak, Senin (18/2/2019).

Dialog ini merupakan rangkaian Jelajah Kebangsaan yang dimulai di Merak-Banyuwangi menggunakan kereta api selama lima hari. Akan singgah di Merak-Gambir-Cirebon-Purwokerto- Solo-Semarang-Gubeng-Banyuwangi.


Di tiap kota, mereka akan menggelar diskusi kebangsaan. Kereta khusus ini berjumlah lima gerbong dan tidak mengganggu trayek reguler. Ikut dalam rombongan itu Mahfud Md, Romo Beny, Alisnsa Wahid dkk.

"Kata Bung Karno, merdeka ini adalah jembatan emas dan betul menjadi jembatan emas bagi kita semua sehingga kita menjadi kita. Milih presiden kita yang milih sendiri, mau sekolah bisa," ujarnya.

Upaya memecah belah Indonesia dengan sentimen SARA adalah bentuk pengkhianatan terhadap kemerdekaan itu sendiri. Sebab, kemerdekaan itu sendiri dibangun dengan semangat primordial yang berbeda-beda.

"Kemerdekaan itu dibangun dengan kebersamaan dalam ikatan primordial yang berbeda tentu karena kemerdekaan itu atas berkat rahmat Allah, maka seluruh prestasi yang dicapai oleh seluruh anak bangsa itu juga diberikan oleh Allah atas usaha kita," tuturnya.

Bangsa Indonesia yang dulu dianggap bodoh oleh penjajah kini bisa berprestasi di segala bidang. Contoh kecil adalah prestasi di Olimpiade sains.

"Indonesia yang dulunya dianggap bodoh-bodoh, inlander sekarang kita sering mendengar berita pelajar Indonesia menjadi juara Olimpiade matematika, fisika, apalagi berprestasi di seluruh bidang karena Indonesia merdeka," kata dia. (asp/asp)