Impor Diperketat, Harga Gula Pasir Melonjak Tajam di Riau

Impor Diperketat, Harga Gula Pasir Melonjak Tajam di Riau

- detikNews
Sabtu, 17 Sep 2005 00:01 WIB
Jakarta - Pengetatan pemerintah terhadap perdagangan gula impor berimbas pada kenaikan harga gula di Riau. Kini harga gula pasir di tingkat pengecer naik hampir seratus persen. Operasi pasar khusus gula ternyata tidak berjalan efektif.Dalam sepekan ini harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru terus merangkak naik. Dari harga normal Rp 4.500 per kilogram menjadi Rp 6.000. Malah dalam dua hari terakhir ini, harga gula melambung menjadi Rp 8.000 per kilogram. Sudah harga naik, kelangkaan pun terjadi.Menurut Ketua YLKI Riau Andreas Hery Khahurifan, kepada detikcom, Jumat (16/9/2005), kelangkaan gula yang berimbas melonjaknya harga di pasaran merupakan bukti kelambanan dan ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi pemenuhan kebutuhan pokok.Apalagi hampir 75 persen kebutuhan gula di Riau selama ini dipasok dari gula impor. Dengan adanya pengketatan di jalur Selat Malaka, membuat para distributor resmi dan tidak resmi mengehentikan aksi penyelundupanya. Kondisi itu sangat mempengaruhi harga gula di pasaran."Kita tahu sama tahu, kebutuhan gula di Riau selama ini dipasok lewat gula impor. Dan sebagain gula impor itu selama ini juga masuk secara tidak resmi. Begitu pemerintah memperketat perdagangan gula impor itu, harusnya sudah ada langkah yang harus dilakukan. Sehingga masyarakat tidak dirugikan," kata Andreas.Dijelaskannya, Menperindag mengeluarkan Surat Edaran No 904/M/IX/2005 tentang Operasi Pasar Khusus (OPK) Gula pada 12 September lalu. Tapi itu pun tidak efektif untuk menekan harga gula di pasaran. "Malah kini harganya gula naik seratus persen dari harga normal," katanya.Menuru Andreas, YLKI setuju dengan dihentikan segala aksi penyelundupan gula lewat pintu masuk di Riau. Namun mestinya pemerintah daerah dan pusat segera mencari solusinya atas kelangkaan gula yang berimbas pada kenaikan harga di pasaran."Mestinya pemerintah sudah mempersiapkan pasokan gula. Tapi sekarang yang terjadi segala peraturan telah dibuat, namun pasokan gula dalam negeri sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara luas. Yang menderita tentulah masyarakat kita juga," kata Andreas.Menanggapi kenaikan harga gula pasir ini, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Riau Hendri Rustam mengatakan akan segera berkoordinasi dengan sejumlah distributor gula di Riau. Diharapkan, koordinasi ini menemukan solusi untuk menekan harga gula yang terus melambung."Mudah-mudahan nantinya harga gula di pasaran bisa kita stabilkan dengan melakukan operasi pasar bekerja sama dengan sejumlah distributor. Saat ini kita memiliki stok gula sebanyak 6.636 ton yang dipasok PTPN IX," kata Hendri. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini