Negara Maju Bertanggungjawab Enyahkan Kemiskinan

Negara Maju Bertanggungjawab Enyahkan Kemiskinan

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 23:13 WIB
New York - Di podium markas besar PBB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka pidatonya dengan mengatasnamakan 220 juta rakyat Indonesia yang telah memilihnya secara langsung melalui Pemilu Presiden yang pertama kalinya digelar di Indonesia."Tidak ketinggalan pula, saya juga menyampaikan pesan dari 4,6 miliar rakyat Asia-Afrika yang pada April lalu melakukan pertemuan di Bandung," tandas SBY dalam Sidang Umum Majelis Umum PBB ke-60. Pidato SBY berlangsung Jumat (16/9/2005) pukul 10.40 waktu New York atau 20.40 WIB.Wartawan detikcom Budiono Darsono dari New York melaporkan, Presiden SBY dalam pidatonya menyatakan kemiskinan adalah pembunuhan. Semua itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Negara-negara maju pun ikut bertanggung jawab untuk mengenyahkan kemiskinan.Sebaliknya, menurut SBY, negara berkembang dan negara miskin berkewajiban untuk memberantas korupsi, menjalankan pemerintahan dengan bersih, dan melakukan efisiensi atas sumber daya alam yang terbatas.Selebihnya SBY memaparkan tentang keamanan dunia. Untuk itu diperlukan reformasi Dewan Keamanan PBB dengan keanggotaan yang lebih realistis. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini