DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 01:03 WIB

Sandiaga Jelaskan Maksud Prabowo Unicorn Bawa Duit ke Luar Negeri

Indra Komara - detikNews
Sandiaga Jelaskan Maksud Prabowo Unicorn Bawa Duit ke Luar Negeri Foto: Sandiaga Uno nyanyi bersama warga (Indra-detikcom)
Cibinong -

Capres Prabowo Subianto mengaku khawatir perkembangan unicorn akan membuat uang-uang Indonesia dibawa ke luar negeri. Cawapres Sandiaga Uno menjelaskan maksud dari pernyataan Prabowo.

"Jadi gini, esensi yang ingin disampaikan oleh Pak Prabowo dan sudah kita diskusikan adalah unicorn ini harus tetap bisa berkembang untuk menjadi ikon bagi perekonomian Indonesia. Jangan sampai justru unicorn-unicorn ini dikuasai oleh pemodal-pemodal besar dari luar negeri sehingga akhirnya kekayaan yang ada di Indonesia tersedot ke luar negeri," ujar Sandiaga di Jalan Bintang Mas Blok Masjid, RT 03-04 RW 06, Kelurahan, Nangewer, Cibinong, Bogor, Minggu (17/2/2019).

Menurut Sandiaga, pemerintah harus melihat aspek bagaimana unicorn bisa membuka lapangan pekerjaan kepada rakyat Indonesia, sekaligus memiliki dampak terhadap ekonomi RI. Unicorn juga harus bisa dikuasai oleh pengusaha Tanah Air.



Sebab jika tidak, unicorn yang dimiliki asing, devidennya tak bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

"Karena kalau tidak, akan terjadi kesenjanagan, ketimpangan, di mana nanti deviden-deviden. Ini sudah disampaikan pak Chairul Tanjung sebetulnya, sekitar enam bulan yanh lalu Pak CT menyampaikan yang sama. Bahwa nanti kalau ada deviden yang dikuasai pemerintah asing, deviden itu tidak dinikmati oleh Indonesia, itu dinikmati oleh pemodal asing. Jadi ini sebuah koreksi yang sangat realistis," papar Sandiaga.

Sandiaga menegaskan bahwa unicorn harus dimiliki oleh investor dalam negeri. Sehingga keuntungannya bisa berdampak pada investor lokal dan masyarakat Indonesia.

"Unicorn-unicorn ini juga harus dimiliki oleh investor-investor dalam negeri, oleh pemodal-pemodal besar kita. Misal BPJS ketenagakerjaan. Sehingga kalau nanti ada keuntungan yang diciptakan oleh unicorn-unicorn ini, kita itu akan berdampak baik bagi investor dari Indonesia dan rakyat," tutur Sandiaga.





Sandiaga setuju jika Indonesia menambah unicorn. Dia optimis, di bawah kepemimpinannya nanti, RI bisa menghasilkan unicorn sebanyak 10 hingga 15.

"Unicron harus bertambah, kita ekonominya besar, pasarnya besar. Saya cukup optimis kita bisa ciptakan 10-15 unicorn ke depan. Tapi 10-15 unicron itu gimana caranya kita harus pastikan bawa kepentingan nasional, Indonesia bisa didahulukan. Kalau bisa kepemilikannya juga beroriantasi kepada peningkatam perkonomian yang akan dinikmati oleh rakyat," jelasnya.

Dalam penciptaan unicorn ini Sandiaga mengakui tak bisa lepas 100 persen dari pemodal asing. Tetapi, yang perlu ditegaskan adalah penguasaannya harus dipegang kendali pemodal dalam negeri.

"Tentunya kita tidak bisa berkembang tanpa 100 persen tanpa modal asing, tapi kekuasaan dan penguasaan ekonomi atau kalau kita sebut sebagai economic interest, kepentingan ekonomi. Kalau interest dari unicorn-unicorn tersebut adalah untuk bangsa dan negara, sesuai dengan harapan kita bahwa setiap unicorn yang lahir dari benak orang Indonesia seperti Nadim Makarim, Achmad Zaky juga akan berkontrisbusi secara positif pada bangsa dan negara dan diharapkan mereka juga masih tentunya dimiliki nasional," kata Sandiaga.

Simak Juga 'Adu Greget Jokowi dan Prabowo Soal Startup Unicorn':

[Gambas:Video 20detik]


(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed