DetikNews
Minggu 17 Februari 2019, 16:40 WIB

Tim Prabowo Sebut Tol Pembunuh Bayaran, TKN Jokowi: Jaka Sembung Bawa Golok

Rina Atriana - detikNews
Tim Prabowo Sebut Tol Pembunuh Bayaran, TKN Jokowi: Jaka Sembung Bawa Golok Irma Suryani Chaniago (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, Dian Fatwa, menyebut jalan tol buatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) layaknya pembunuh bayaran lantaran banyaknya kecelakaan yang terjadi. Kubu Jokowi menjawab kritik Dian dengan menyebutnya 'tak nyambung'.

"Sangat tidak cerdas dan 'Jaka sembung bawa golok' mengatakan jalan tol adalah pembunuh bayaran. Sudahlah Dian fatwa nggak perlu ikut-ikut bikin statement yang tidak cerdas, sudah tidak punya data, asbun (asal bunyi) lagi," tanggap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago, saat dihubungi detikcom, Minggu (17/2/2019).


Menurut Irma, Dian tidak tahu penyebab meletusnya ban yang bisa saja bukan karena permukaan jalannya.

"Yang ngomong ini berarti nggak ngerti apa saja penyebab ban mobil meletus! Dan tidak pernah menggunakan jalan tol di Indonesia. Sesuai dengan pernyataannya, yang bersangkutan baru 4 bulan di Indonesia. Selain tidak by data, tidak cerdas dan terkesan asbun!" ujar Irma.

Berikut ini 7 penyebab ban meletus menurut Irma Suryani:

1. Mobil kurang angin
2. Ban mobil sudah tipis
3. Ban dan pelek mobil tidak sesuai
4. Tambalan ban tidak baik
5. Ban vuklanisir
6. Jalan berlubang-lubang
7. Ada kerikil yg terjebak di tapak ban

"Semua orang Indonesia yang menggunakan jalan tol pasti tahu, tidak mungkin ada jalan tol berlubang-lubang! Kalau ada plester tambalan, mungkin ada, dan itu pasti dilakukan secara rata dan tidak akan membuat ban meletus (kalaupun ada mungkin juga karena efek 7 poin di atas juga, tidak semata-mata karena itu)," jelas Irma.

Sebelumnya, dalam suatu acara diskusi pada Sabtu, 16 Februari, kemarin, Dian menyebut jalan tol yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi sebagai 'pembunuh bayaran'. Alasannya, kondisi jalan berbayar itu sering menyebabkan kecelakaan.

"Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati," kata Dian saat itu.


Menurut Dian, ada jalan tol yang pembangunan-pembangunannya mengabaikan keselamatan manusia. Dian menuding bentuk jalan tol yang dibangun Jokowi adalah rigid pavement, yang dapat menyebabkan ban cepat panas dan meletus.

"Karena itu, jalan yang dibangun oleh Jokowi itu tidak memenuhi standar highway atau flexible pavement ini karena tidak ditambah aspal. Ini persoalan safety ini diabaikan. Emang rigid pavement itu kan habis kerikil, beton, kemudian aspal. Kalau ditambahin aspal itu adalah high grade, mestinya itu ditambahkan di situ, tapi itu tidak," ujar Dian.


"Jadi yang saya maksud itu adalah itu padahal jalan tol itu adalah flexible pavement itu artinya diaspal, ternyata jalan Jokowi itu, khususnya, misalnya Jakarta-Solo, Solo-Boyolali itu rigid pavement," sambungnya.
(rna/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed