Mac's Man Bawa 1.000 Katapel dan Anak Panah Beracun

Mac's Man Bawa 1.000 Katapel dan Anak Panah Beracun

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 18:12 WIB
Jakarta - Dari puluhan ribu suporter sepakbola yang tumplek di Jakarta, Mac's Man adalah kelompok yang paling jauh asalnya. Pendukung PSM ini membutuhkan waktu dua hari untuk tiba di Jakarta dari kampung mereka di Makassar, Sulawesi Selatan."Kami berangkat dua hari lalu, tiba di Jakarta siang tadi," kata Edith, salah satu suporter PSM pada detikcom di luar stadion GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2005). Sesampai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Mac's Man langsung menuju Senayan, Jakarta Pusat .Edith dkk berangkat ke Jakarta dengan menumpang KM Kerinci. "Suporter PSM yang ke sini ada 8.000-an orang," kata pria 25-an tahun ini.Nah, sesampai di Senayan, Edith dkk tak henti-hentinya mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya seraya berkata,"Peace! Peace!" Maklum, di Senayan ribuan Bonekmania telah mendominasi.Bonekmania rupanya tidak menyahuti positif salam damai massa berkaos merah itu. Bonekmania langsung menghajar 'musuh'-nya itu dengan bebatuan.Karena diserang, Edith dkk langsung mengeluarkan senjata andalannya, katapel dengan peluru anak panah berupa paku-paku sepanjang 10 cm. "Kami menyiapkan 1.000 katapel," kata Edith. Namun dia menolak memperlihatkan senjatanya itu.Anak panah yang diluncurkan dengan katapel itu, kata Edith, mengandung racun. "Kami merendamnya dulu dengan bubuk baterei," akunya.Anak panah itu telah melukai beberapa orang. Selain kubu 'musuh', anak panah itu nyungsep ke pinggang seorang anggota TNI AL Kopda Joseph.Dari semua pendukung sepakbola, massa PSM boleh dibilang paling bermodal. Banyak pihak yang rela menggelontorkan uang untuk mereka. Misalnya saja ongkos transpor ditanggung Walikota Makassar. Penginapan pun terjamin.Sebagian Mac's Man menginap di kantor Golkar di Slipi. Kebetulan Golkar dipimpin oleh Jusuf Kalla, putra Sulsel. Jadi klop.Massa lainnya menginap di mess Kodam Wirabuana, mess Keluarga Kerukunan Sulsel, dan sebuah tempat di Cempaka Putih. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads