Harga Belum Naik, Warga Medan Sudah Borong BBM di SPBU
Jumat, 16 Sep 2005 17:45 WIB
Medan - Rencana kenaikan harga BBM yang rencananya dilakukan awal Oktober 2005 telah memicu rush di Sumatera Utara. Masyarakat membeli BBM dalam jumlah besar untuk menghindari kenaikan harga. Akibatnya sejumlah SPBU kini kehabisan stok.Data yang diperoleh dari PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) I Medan, enyebutkan, dalam kurun waktu Agustus hingga September awal, rata-rata penyaluran BBM dari Instalasi Labuhan Deli di Belawan, Medan, sebanyak 2.300 Kiloliter (Kl) Premium. Namun beberapa hari terakhir realisasinya melebihi angka rata-rata tersebut. Hal ini menjadi indikator terjadinya kelebihan permintaan dibanding hari-hari biasa. "Kondisi ini juga dipicu dengan munculnya pedagang eceran yang turut mengantre dengan menggunakan jeriken," kata Kepala Hubungan Pemerintahan dan Masyarakat (Hupmas) UPms I Medan Djoko Sasonoputranto kepada wartawan, Jumat (16/9/2005)Padahal, lanjut Djoko, pihaknya sudah mengimbau kepada para pengelola SPBU untuk tidak melayani pembeli yang membawa jeriken. Selain karena rentannya faktor keselamatan, juga untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan peruntukan BBM.Disebutkan Djoko, Peraturan Presiden No. 22 Tahun 2005 tentang Penetapan Harga Jual BBM Dalam Negeri memang membenarkan SPBU melayani penjualan BBM dengan menggunakan jeriken, tetapi khusus kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Unit UKM dimaksud adalah UKM yang direkomendasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.Untuk mengantisipasi berlanjutnya rush, UPms I yang membawahi lima provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Riau Kepulauan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Dalam hal ini Himpunan Wirawasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas), aparat kepolisian, dan pihak terkait lainnya. "Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa stok BBM untuk Sumatera Utara dalam keadaan cukup. Sebab itu masyarakat diminta untuk tidak panik," kata Djoko.
(umi/)










































