DetikNews
Minggu 17 Februari 2019, 11:20 WIB

Sandi Tak Sepakat 'Tol Jokowi' Disamakan dengan Pembunuh Bayaran

Indra Komara - detikNews
Sandi Tak Sepakat Tol Jokowi Disamakan dengan Pembunuh Bayaran Sandiaga Uno (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno tak sepakat dengan pernyataan anggota timsesnya, Dian Fatwa, yang menyamakan 'tol Jokowi' dengan pembunuh bayaran. Dia mengatakan kecelakaan di jalan tol bukan kesalahan pembangunan infrastruktur Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Kecelakaan jalan tol memang banyak saya lihat, tapi itu murni bukan kesalahan Pak Jokowi, itu adalah kesalahan edukasi. Harus ada edukasi pengguna jalan tol bahwa menggunakan jalan tol kecepatan tinggi harus siap kesehatannya, harus siap fisiknya, harus tahu cara mengemudikan mobilnya dengan baik dan dipastikan tidak mengantuk, istirahat yang cukup, harus dipastikan juga kita punya skill untuk mengendalikan seandainya ban pecah dan sebagainya. Jadi saya tidak percaya itu kesalahan 'pembunuh bayaran' Pak Jokowi," kata Sandiaga di Jalan Jenggala II Nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2019).

Sandiaga kemudian menceritakan pengalamannya saat membangun Jalan Tol Cipali. Dia juga mengakui, saat jalan tol yang dia buat bisa diakses masyarakat, banyak terjadi kecelakaan. Maka itu, dia tak sepakat dengan pernyataan Dian Fatwa karena kecelakaan dipengaruhi faktor kewaspadaan berkendara.



"Pengalaman saya sendiri waktu di Tol Cipali di 2-3 pertama kecelakaannya banyak sekali, karena treknya lurus-lurus, panjang-panjang, masyarakat belum terbiasa karena masyarakat terbiasanya jalan berkelok-kelok, banyak stopnya, ada banyak papasan mobilnya. Ini kan sendiri, apalagi kalau malam tidak ada, kalau jalan tol kan nggak ada lampu, jadi kan gelap itu," ujarnya.

Sandiaga mengingatkan masyarakat berhati-hati saat berkendara di jalan tol. Menurutnya, kewaspadaan jadi kunci keselamatan berkendara.

"Kecelakaan banyak yang ada di situ, jadi utamakan kewaspadaan kita, keselamatan berlalu lintas, kalau capek istirahat, tidur, jangan dipaksain dan kalau lagi mengonsumsi obat flu atau obat batuk jangan mengoperasikan kendaraan. Itu standar dan, menurut saya, harus ada pelatihan-perhatian karena akan semakin banyak jalan tol masyarakat harus dibiasakan supaya tidak ada kecelakaan lagi," jelasnya.



Sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menyamakan jalan tol yang dibangun pemerintah Presiden Joko Widodo dengan pembunuh bayaran. Alasannya, kondisi jalan berbayar itu sering menyebabkan kecelakaan.

"Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati," kata Dian Fatwa dalam diskusi 'Perspektif Indonesia' di Gado-gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).

Menurut Dian, ada jalan tol yang pembangunan-pembangunannya mengabaikan keselamatan manusia.

"Kualitas pembangunan infrastruktur ini, semennya membutuhkan 5 sentimeter, banyak jalan infrastruktur itu yang rusak karena apa, semennya tidak nyampai, ini kan persoalan nyawa manusia diabaikan. Karena itu, bagi kami, penting melihat infrastruktur ini tepat guna," ujar Dian.


Tonton video Tol Japek-Becakayu Si Pemangkas Kemacetan:

[Gambas:Video 20detik]


(idn/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed